AmazingTomohon.com
Not everyone can see what you see
Edisi 20 Oktober 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 1 Tim. 1
1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, pengharapan kita.
1:2 Kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: Anugerah, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.
1:3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain
1:4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tidak putus-putusnya, yang menghasilkan angan-angan belaka, dan bukan tata hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman.
1:5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.
1:6 Tetapi ada orang yang menyeleweng dan yang tersesat dalam omongan yang sia-sia.
1:7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang mereka kemukakan secara mutlak.
1:8 Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan,
1:9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan tidak taat, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan tak beragama, bagi pembunuh bapak dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,
1:10 bagi orang cabul dan laki-laki yang bersetubuh dengan sesama jenisnya, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang yang bersumpah palsu dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat
1:11 yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan terpuji, seperti yang telah dipercayakan kepadaku.
1:12 Aku bersyukur kepada Dia yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku —
1:13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang yang ganas tetapi telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
1:14 Malah anugerah Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
1:16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian, aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.
1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tidak tampak dan yang esa! Amin.
1:18 Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dengan nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.
1:19 Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka,
1:20 di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya mereka jera menghujat.
Hati Nurani yang Murni
Doa baca: “Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.” (1 Tim. 1:5)
Hati yang suci adalah hati yang tulus tanpa campuran, hati yang hanya mencari Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sasaran. Hati nurani yang baik adalah hati nurani yang tanpa tuduhan (Kis. 24:16). Iman yang tulus ikhlas berhubungan dengan iman (kepercayaan) yang disebutkan dalam ayat 4, yaitu iman yang tanpa kepura-puraan atau kemunafikan, yang menyucikan hati (Kis. 15:9) dan bekerja melalui kasih (Gal. 5:6). Dalam arus kemerosotan gereja dan dalam menanggulangi ajaran lain, semua kebajikan (pekerti) ini harus kita miliki agar kita dapat memiliki kasih yang suci, benar dan sejati.
Di sini Paulus bermaksud memberi tahu Timotius bahwa banyak perkataan manusia yang tidak ada artinya, hanya kasih sajalah yang terhitung. Namun dari manakah kasih ini berasal? Kasih ini berasal dari hati yang suci dan hati nurani yang murni. Jadi kita perlu memiliki hati yang suci dan hati nurani yang murni, baru kemudian kasih bisa muncul. Dengan demikian, ketika kita menolong orang lain, mula-mula kita harus menolong mereka menanggulangi hati dan hati nurani mereka. Ketika hati dan hati nurani ditanggulangi, emosi dapat dengan mudah mengasihi dan damba kepada Tuhan. Bila ada kasih dalam emosi, maka kasih itu dapat memberikan jalan keluar bagi hayat Allah dari roh kita. Jadi emosi merupakan tempat kedua yang dilalui pertumbuhan hayat, atau bagian kedua dari jalan keluar bagi pertumbuhan hayat. Ketika Allah mau bekerja atas diri kita, sering kali Dia terlebih dulu menggerakkan emosi kita untuk membuat kita mau bekerja sama dengan-Nya. (PH 1 Timotius, berita 1, W. Lee; Pengenalan Hayat,bab 13, W. Lee)
Ayat Hafalan: “Ia menjawab, kata-Nya: ‘Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;’” (Mat. 13:37)
Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yer. 9—10