Eat n Drink 32 | Edisi 1 Februari 2016 (Perintah yang Terutama)

Pembacaan Ayat Alkitab: Mat. 22:15-46

22:15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.

22:16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.

22:17 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”

22:18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?

22:19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. 

22:20 Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”

22:21 Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

22:22 Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.

22:23 Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:

22:24 “Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.

22:25 Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.

22:26 Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh.

22:27 Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati.

22:28 Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia.”

22:29 Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!

22:30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

22:31 Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda:

22:32 Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.”

22:33 Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.

22:34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka

22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:

22:36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”

22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

22:41 Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya:

22:42 “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.”

22:43 Kata-Nya kepada mereka: “Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:

22:44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?”

22:46 Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.

 

Perintah yang Terutama

Doa baca: “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.’” (Mat. 22:37) 

 

Beberapa bulan yang lalu, di Hokkian ada seorang misionaris meninggal dunia. Saya pernah berkata, di antara orang yang saya kenal, dia adalah orang yang sangat berbobot di dalam Tuhan. Karena saya mengetahui agak banyak perihal dirinya, maka saya bermaksud menulis sebuah biografi untuknya. Lalu saya mengumpulkan naskah-naskah berita, yang sehari-hari ditulis olehnya, coretan-coretan, serta naskah yang belum jadi, untuk diedit. Suatu hari, saya menerima sebuah paket barang dari Hokkian yang berisi barang-barangnya, di antaranya ada secarik kertas yang bertuliskan: “Ya Allah, aku bersyukur kepada-Mu, karena padamu ada satu perintah: Kasihilah Tuhan. Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu!” Oh, betapa dalamnya ini! Saya tidak tahu, ada berapa banyak orang Kristen yang bisa berkata, “Ya Allah, aku bersyukur kepada-Mu, karena padamu ada satu perintah: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.!”

Ya, semua orang Kristen patut mengasihi Allah. Di dunia ini tidak ada satu agama pun selain Kristen, yang mengatakan tentang mengasihi Allah. Mengasihi Allah adalah satu ciri khas orang Kristen. Untuk mendapatkan hidup yang kekal, Alkitab tidak mengatakan, bahwa kita harus dengan segenap hati percaya kepada Tuhan, sebab untuk mendapatkan hidup yang kekal, cukup dengan percaya. Tetapi mengasihi Allah, harus mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi. Selanjutnya dikatakan, “Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.” Dengan kata lain, ini adalah perkara yang lebih besar daripada perkara lainnya; di mana pun ia ditempatkan, ia selalu nomor satu. Hari ini, kita harus memuji Allah atas perintah-Nya yang menghendaki kita mengasihi Dia. (Makanan Rohani Sehari-Hari, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah” (Rm. 3:23)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Kel. 24—26:30

(68)