Eat n Drink 43 | Edisi 12 Februari 2016 (Dikuburkan dengan Hormat)

Pembacaan Ayat Alkitab: Mat. 27:57-66

27:57 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.

27:58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.

27:59 Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,

27:60 lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.

27:61 Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu. 

27:62 Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus,

27:63 dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.

27:64 Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.”

27:65 Kata Pilatus kepada mereka: “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.”

27:66 Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.

 

Dikuburkan dengan Hormat

Doa baca:Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.” (Mat. 27:59-60)

 

Ayat 57-66 mewahyukan bahwa Tuhan Yesus dikuburkan oleh seorang kaya. Tuhan Yesus dibungkus dengan kain lenan yang putih bersih, lalu dibaringkan di dalam kuburnya yang baru (ayat 59-60). Maria Magdalena dan Maria lainnya duduk di depan kuburan itu menyaksikan penguburan itu. Penguburan macam ini menggenapkan Yesaya 53:9. Orang yang benar ini sungguh patut menerima penguburan yang demikian. Setelah Tuhan menggenapkan kematian penebusan-Nya, situasi-Nya akan penderitaan dengan segera berubah menjadi terhormat.

Yusuf disebut “Yusuf dari Arimatea.” Kata sandang yang pasti di sini menunjukkan seorang manusia yang terkenal. Setelah membeli kain lenan, Yusuf mengambil Tuhan Yesus turun dari salib, membungkus Dia dengan lenan, meletakkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu. Kita melihat bahwa Tuhan Yesus diberi penguburan yang unggul. Dia dikuburkan dengan lenan yang baru dibeli dan diletakkan untuk beristirahat di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Tuhan Yesus diletakkan di dalam kubur yang sedemikian untuk menikmati Sabat-Nya.  

Setelah Tuhan Yesus dikubur, imam-imam kepala dan orang-orang Farisi datang kepada Pilatus dan memohon dia untuk menjaga kubur itu sampai hari ketiga (ayat 62-64). Ini dimaksudkan oleh para pemimpin Yahudi yang menentang sebagai tindakan pencegahan yang negatif, tetapi justru berbalik menjadi kesaksian positif yang kuat bagi kebangkitan Tuhan. Tanpa pemeteraian tersebut, kebangkitan Kristus takkan bermakna sedemikian kuat. (PH Matius, berita 70, W. Lee; PH Markus, berita 47, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” (1 Yoh. 4:21)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Im. 8—10

(70)