Eat n Drink 46 | Edisi 15 Februari 2016 (Bertobatlah dan Percayalah!)

Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 1:14-22

1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,

1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

1:16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

1:17 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

1:18 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

1:19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. 

1:20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

1:22 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.

 

Bertobatlah dan Percayalah! 

Doa baca:Kata-Nya: Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!’” (Mrk. 1:15) 

 

Kata bertobat secara harfiah berarti berpikir secara berbeda sesudahnya, yaitu, perubahan angan-angan dengan menyesali masa lampau dan berpaling kepada yang akan datang. Bertobat di hadapan Allah, pada pihak negatifnya, bukan hanya bertobat dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan, melainkan juga bertobat dari dunia beserta kebobrokannya yang merampas dan merusakkan umat yang Allah jadikan bagi diri-Nya sendiri, dan bertobat dari penghidupan kita yang mengabaikan Allah di masa lalu. Pada pihak positifnya, bertobat adalah berpaling kepada Allah dalam setiap cara dan perkara demi menggenapkan tujuan-Nya dalam menciptakan manusia. Itulah suatubertobat kepada Allah, yaitu bertobat dan berbalik kepada Allah (Kis. 20:21; 26:20).

Di dalam pemberitaan-Nya Tuhan menyuruh orang-orang bertobat dan percaya kepada Injil. Bertobat terutama berhubungan dengan angan-angan; percaya terutama berhubungan dengan hati (Rm. 10:9). Percaya kepada sesuatu adalah percaya ke dalam hal yang kita percayai dan menerima hal-hal yang kita percayai itu ke dalam kita. Percaya kepada Injil terutama berarti percaya kepada sang Tuhan Yesus (Kis. 16:31), dan percaya kepada Dia adalah percaya ke dalam Dia dan menerima Dia ke dalam kita, sehingga kita bisa bersatu dengan Dia secara organik. Iman dalam Kristus yang sedemikian ini diberikan oleh Allah kepada kita (Ef. 2:8) melalui pendengaran kita akan firman kebenaran Injil. Iman ini membawa kita ke dalam segala berkat Injil (Gal. 3:14). Sebab itu, iman sangat berharga bagi kita (2 Ptr. 1:1). Iman yang sedemikian berharga ini didahului dengan pertobatan.  

Percaya adalah menerima sang Hamba-Penyelamat bukan hanya untuk pengampunan dosa-dosa, tetapi juga untuk kelahiran kembali, sehingga orang-orang yang percaya bisa menjadi anak-anak Allah dan anggota-anggota Kristus dalam suatu keesaan organik dengan Allah Tritunggal. (PH Markus, berita 5, W. Lee)

 

Ayat Hafalan:Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mzm. 119:105)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Im. 14

(59)