Eat n Drink 49 | Edisi 18 Februari 2016 (Mengikat Orang Kuat Itu)

Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 3:7-35

3:7 Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea,

3:8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.

3:9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.

3:10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.

3:11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” 

3:12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

3:13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.

3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

3:15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.

3:16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,

3:17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,

3:18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,

3:19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

3:20 Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat.

3:21 Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

3:22 Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”

3:23 Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?

3:24 Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,

3:25 dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.

3:26 Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.

3:27 Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.

3:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.

3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”

3:30 Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

3:31 Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.

3:32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.”

3:33 Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”

3:34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!

3:35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

 

Mengikat Orang Kuat Itu

Doa baca: Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.” (Mrk. 3:27)

 

Rumah” di sini melambangkan kerajaan setan dan “orang kuat” ialah setan, si jahat itu. Harta benda dalam kata Yunani berarti “bejana” atau instrumen atau alat-alat. Orang yang telah jatuh di bawah setan adalah bejana setan, yang merupakan harta benda, alat yang akan setan pergunakan, yang disimpan dalam rumah setan, kerajaan setan. Kata tentang mengikat orang kuat menunjukkan bahwa ketika Tuhan mengusir setan, pertama-tama, Dia mengikat setan. Orang-orang hanya melihat terusirnya setan. Mereka tidak nampak terikatnya setan si orang kuat. Jadi Tuhan menggunakan keselamatan yang tersedia bagi-Nya oleh penuduhan orang Farisi untuk membukakan rahasia peperangan rohani. Nampaknya, Tuhan hanya mengusir setan, pada hakikatnya Dia berperang, mengikat orang kuat. Ini menunjukkan kepada kita bahwa jika kita akan membangun kerajaan hari ini, kita harus mengikat dahulu orang kuat itu.

Jalan untuk mengikat orang kuat itu ialah berdoa. Dalam Matius 17:21 Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya: “Jenis ini tidak dapat diusir, kecuali dengan berdoa dan berpuasa.” Jika Anda tidak berdoa dan berpuasa, Anda takkan dapat mengusir setan jenis ini. Perkataan Tuhan kepada murid-murid-Nya menunjukkan bahwa sebelum Dia mengusir setan, Dia sungguh-sungguh berpuasa dan berdoa. Untuk mengikat seorang kuat, kita wajib berpuasa dan berdoa. Kita wajib belajar seperti Tuhan berpuasa secara rohani dan berdoa secara tersembunyi. Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Dia sering berpuasa, berdoa, berperang, dan mengikat orang kuat. Kita semua harus dalam roh yang sama hari ini. Setiap hari roh kita haruslah roh yang berpuasa dan roh yang berdoa sehingga setiap hari kita dapat membelenggu orang kuat, yakni setan, raja kerajaan kegelapan. (PH Matius, berita 33, W. Lee)

 

Ayat Hafalan:Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.(Mat. 24:35)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Im. 21—22

(68)