Eat n Drink 50 | Edisi 19 Februari 2016 (Kehidupan yang Dangkal)

Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 4:1-20

4:1 Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.

4:2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:

4:3 “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 

4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.

4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”

4:9 Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

4:10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.

4:11 Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,

4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”

4:13 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?

4:14 Penabur itu menaburkan firman.

4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.

4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,

4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.

4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,

4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

 

Kehidupan yang Dangkal

Doa baca:Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar(Mrk. 4:5-6)

 

Orang-orang yang hidup berdasarkan keadaan sekitar, orang-orang yang hidup berdasarkan perasaan, adalah orang-orang yang mempunyai tanah yang dangkal. Walaupun saya belum lama melayani Allah, namun dalam pengalaman, orang yang paling saya takuti adalah orang yang selalu mengiyakan apa pun yang saya katakan. Kelihatannya mereka telah menerima segalanya dan mendengarkan dengan penuh minat, tetapi sebenarnya mereka belum memperoleh apa pun di dalamnya. Orang yang mudah tertawa dan juga mudah menangis, yang perasaannya mudah berubah dan yang dimanipulasi oleh iklim, emosi, dan keadaan sekitar, adalah orang-orang yang sulit diatasi; mereka adalah orang-orang yang dangkal. Tetapi orang yang mempunyai tanah yang dalam tidak demikian. Orang yang dalam tidak melihat keadaan sekeliling, melainkan melihat Allah di balik keadaan itu. Mereka bukan diduduki oleh emosi, melainkan menutup pintu terhadap emosi dan pergi ke dalamuntuk mengenal Allah.

Saudara saudari, apakah akhir dari orang yang tanahnya dangkal? Di sini Tuhan mengajarkan satu pelajaran yang sangat dalam. Orang yang tidak memandang kepada Tuhan di balik keadaan sekitar, tetapi hidup oleh keadaan sekitar dan emosi, ia tidak dapat menjaga dan memelihara apa-apa dari firman. Banyak orang Kristen yang bersukacita ketika hidupnya lancar, begitu menemui ujian, mereka segera habis. Begitu salib datang, mereka segera rubuh. Karena itu, jika Anda adalah orang mundur begitu ada ujian, jika Anda tidak mau maju dengan memikul salib, maka Anda tidak akan berguna di tangan Tuhan. Anda adalah orang yang tanahnya dangkal, di dalam Anda tidak ada apa-apanya. Anda adalah orang yang terlalu peka dalam perasaan dan hidup berdasarkan perasaan. (12 Bakul, volume 12, bab 2, W. Nee)  

 

Ayat Hafalan:Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.(Mat. 24:35)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Im. 23—24

(72)