Eat n Drink 51 | Edisi 20 Februari 2016 (Dimana Kau Taruh Pelitamu?)

Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 4:21-34

4:21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.

4:22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.

4:23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

4:24 Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.

4:25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” 

4:26 Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,

4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.

4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”

4:30 Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?

4:31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.

4:32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”

4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,

4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

 

Dimana Kau Taruh Pelitamu?

Doa baca:Lalu Yesus berkata kepada mereka: ‘Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.’” (Mrk. 4:21)

Pelita yang diletakkan di bawah gantang tak dapat memancarkan sinar keluar. Umat kerajaan sebagai pelita yang bercahaya seyogyanya tidak ditutup oleh gantang, sesuatu kekuatiran yang menyangkut masalah makan (nafkah). Kita tak boleh ditutupi oleh gantang, sebaliknya kita harus berada di atas kaki dian.

Dengan bijaksana Tuhan mengatakan, agar pelita itu tidak ditutup oleh gantang. Pada zaman dahulu gantang adalah suatu takaran unutk biji-bijian, sesuatu yang berhubungan dengan makan, yang sudah barang tentu menyangkut masalah nafkah. Jadi, menutup pelita di bawah gantang menunjukkan kekuatiran tentang nafkah kita. Jikalau kita sebagai orang Kristen kuatir akan nafkah kita dan akan banyaknya uang yang kita peroleh, kekuatiran ini akan menjadi suatu gantang yang menutupi terang kita.

Penyinaran kita seharusnya tidak hanya di luar orang, bahkan di dalam mereka juga. Untuk menerangi orang lain secara lahiriah, kita wajib dibangunkan sebagai suatu kota di atas gunung. Tetapi untuk menyinari mereka secara batiniah, kita perlu keluar dari dalam tudung kita. Ini menunjukkan bahwa umat kerajaan hidup tanpa kekuatiran dan tanpa memperhatikan keberadaan mereka. Mereka hanya memperhatikan Kristus dan gereja. Hari demi hari mereka adalah umat yang girang, umat yang memuji, umat yang berhaleluya. Kita tidak mengkuatirkan tentang hidup kita, tentang apa yang kita makan atau apa yang kita pakai. Hari demi hari, siang dan malam umat kerajaan hanya memperhatikan Kristus dan gereja. Umat kerajaan, umat haleluya, mereka yang tidak dapat tertutup oleh gantang, hanya memperhatikan dan membincangkan Kristus dan gereja. Dengan menjadi umat yang demikian, kita menjamah hati orang lain dan menyinari mereka dari dalam. Penyinaran ini menembusi mereka. (PH Matius, berita 16, W. Lee)

 

Ayat Hafalan:Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.(Mat. 24:35)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Im. 25—26:13

(65)