Eat n Drink 53 | Edisi 22 Februari 2016 (Dijamah oleh Orang yang Mencari)

Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 5:21-43

5:21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,

5:22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya

5:23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”

5:24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.

5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 

5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.

5:27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.

5:28 Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

5:30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”

5:31 Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”

5:32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.

5:33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.

5:34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

5:35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?”

5:36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”

5:37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.

5:38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.

5:39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”

5:40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.

5:41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”

5:42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.

5:43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

 

Dijamah oleh Orang yang Mencari

Doa baca:Sebab katanya: ‘Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.’ Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.” (Mrk. 5:28-29)

Kuasa keselamatan tergantung pada Anda menjamah Yesus. Untuk menjamah Yesus, Anda tidak harus bertemu Yesus dengan mata kepala sendiri, juga tidak harus menjamah-Nya dengan tangan Anda sendiri. Cukuplah Anda menjamah apa yang telah Ia lakukan. Menjamah bagaimana Ia berinkarnasi, tersalib bagi Anda, bangkit dari kematian, berarti menjamah perilaku-Nya, menjamah jubah-Nya. Begitu menjamah jubah-Nya, Anda segera mendapatkan kesembuhan.

Penyembuhan sang Hamba-Penyelamat adalah penyelamatan bagi manusia yang menderita, supaya ia dapat menikmati kelegaan dan kelepasan dari penindasan si jahat.  Karena kerumunan orang, para pencari sejati sulit menjamah-Nya. Akan tetapi, perempuan ini mendapatkan jalan untuk menjamah-Nya, dan ketika Ia melakukannya ia menjadi sembuh.     

Ayat 30 menunjukkan Tuhan memiliki perasaan batini, bahwa pekerti-Nya, kuasa-Nya, telah keluar dari diri-Nya, dan terinfus ke dalam orang lain. Itulah sebabnya, Ia bertanya, siapakah yang telah menjamah jubah-Nya? Murid-murid berkata, “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menyentuh Aku?” Orang-orang yang berdesak-desakan itu tidak menerima apa-apa dari sang Penyelamat, tetapi perempuan yang menjamah-Nya beroleh kesembuhan.  

Jubah-Nya melambangkan tingkah laku-Nya yang sempurna dalam keinsanian-Nya. Menjamah jubah-Nya sebenarnya adalah menjamah Tuhan sendiri. Melalui penjamahan sedemikian, kekuatan ilahi-Nya ditransfusikan ke dalam orang yang menjamah Dia. Allah, yang diam di dalam terang yang tak terhampiri, menjadi bisa terjamah di dalam Dia melalui keinsanian-Nya. Ini adalah pelayanan sang Hamba-Penyelamat sebagai Hamba Allah bagi orang berdosa yang sakit. (PH Markus, berita 17, W. Lee)

 

Ayat Hafalan:Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” (Luk. 24:26)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Bil. 1—2

(52)