Eat n Drink 58 | Edisi 27 Februari 2016 (Hanya Mendengarkan Putra)

Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 8:27-9:13

8:27 Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?”

8:28 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”

8:29 Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”

8:30 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.

8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. 

8:32 Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.

8:33 Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

8:35 Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

8:37 Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

8:38 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.

9:1 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.”

9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,

9:3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

9:4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.

9:5 Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

9:6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.

9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

9:8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

9:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.

9:10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”

9:11 Lalu mereka bertanya kepada-Nya: “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?”

9:12 Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan?

9:13 Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia.”

 

Hanya Mendengarkan Putra

Doa baca: “Lalu datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia.’” (Mrk. 9:7)

Markus 9:7 “Lalu datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia.’” Deklarasi Bapa untuk membenarkan Putra pertama kali diberikan setelah Kristus bangkit dari baptisan, yang melambangkan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Ini adalah kali kedua Bapa mendeklarasikan hal yang sama, waktu ini untuk mendeklarasikan Putra di dalam transfigurasi-Nya, yang menunjukkan lebih dahulu kerajaan yang akan datang.  Dalam ayat 7 Tuhan mendorong kita untuk mendengarkan Putra-Nya.

Dalam ekonomi Allah, sekarang Kristus telah datang, kita seharusnya “mendengarkan Dia,” tidak lagi hukum atau nabi, karena hukum dan nabi beserta dengan Kristus.  Tetapi Allah mengambil Musa dan Elia pergi, tidak meninggalkan seorang pun “kecuali Yesus”. Hukum dan nabi adalah bayangan-bayangan dan nubuat-nubuat, bukan realitas; realitasnya adalah Kristus. Sekarang Kristus, realitas, ada di sini, bayangan-bayangan dan nubuat-nubuat tidak lagi diperlukan. Tidak ada seorang pun kecuali Yesus sendiri yang tinggal di dalam Perjanjian Baru. Yesus adalah Musa hari ini, menggarapkan hukum hayat ke dalam kaum beriman-Nya. Yesus juga adalah Elia hari ini, berbicara bagi Allah dan membicarakan Allah ke dalam kaum beriman-Nya.

Ini adalah ekonomi Perjanjian Baru Allah.  Zaman Perjanjian Baru hanyalah masalah Yesus. Kita seharusnya mendengarkan Dia, tidak hanya hukum yang dilambangkan oleh Musa atau nabi-nabi yang diwakili oleh Elia. Kristus sendiri adalah Perjanjian Baru. Di sini di dalam pasal 9 dari Kitab Markus miniatur dari Kerajaan Seribu Tahun terlihat dengan nyata sebagai suatu contoh yang ditunjukkan kepada murid-murid Tuhan. Kemudian suasana kembali ke dalam zaman Perjanjian Baru. (PH Markus, berita 25, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, melalui Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Bil. 10:11—12:16

(68)