Eat n Drink 59 | Edisi 28 Februari 2016 (Tak Ada yang Mustahil bagi Orang yang Percaya)

Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 9:14-32

9:14 Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka.

9:15 Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.

9:16 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?”

9:17 Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.

9:18 Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” 

9:19 Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”

9:20 Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.

9:21 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya.

9:22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”

9:23 Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

9:24 Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”

9:25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!”

9:26 Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.”

9:27 Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.

9:28 Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?”

9:29 Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”

9:30 Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;

9:31 sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”

9:32 Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.

 

Tak Ada yang Mustahil bagi Orang yang Percaya

Doa baca: “Jawab Yesus: ‘Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!’ Segera ayah anak itu berteriak: ‘Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!’” (Mrk. 9:23-24)

 

Setelah Tuhan turun dari Gunung Pengubahan, seorang ayah membawa anaknya yang dirasuki roh jahat kepada-Nya. Awalnya Tuhan membentak orang tersebut (Mrk. 9:14-29). Ia tidak menegur orang kusta yang datang kepadaNya, dan Ia tidak menegur orang lumpuh yang teman-temannya membuka atap itu. Mereka semua berani, tetapi Tuhan Yesus senang dengan apa yang mereka perbuat. Tetapi di sini ayah tersebut mula-mula membawa anaknya yang sakit kepada para murid. Ketika mereka tidak dapat menyembuhkannya, ia membawanya kepada Tuhan. Ia berkata, “Seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”

Ia datang kepada Tuhan untuk penyembuhan, tetapi ia tidak yakin bahwa Tuhan dapat menyembuhkan. Ia berkata, “Jika Engkau dapat berbuat sesuatu”. Tuhan mengambil kata-katanya ini dan berkata, “jika Engkau dapat?”. Kemudian Ia berkata, “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”. Tuhan sepertinya berkata, “Mengapa engkau bertanya: jika Aku dapat? Kamu harus menyadari bahwa segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya! Bukan masalah Aku bisa atau tidak, tetapi apakah engkau percaya”. Kita harus memasuki situasi pada saat itu. Orang itu datang dengan setengah hati. Ia bermaksud datang kepada Tuhan, tetapi ia tidak memiliki iman. Ia tidak sepenuhnya percaya pada penyembuhan Tuhan. Ketika memohon belas kasihan-Nya, ia menambahkan doanya dengan kata, “Jika Engkau dapat”. Tuhan menegur kata-kata ini dengan sangat keras, “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (ay.23). Ketika Tuhan mengatakan hal ini, ayah tersebut berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Yesus pun menghardik dan mengusir roh jahat dari anak itu, dan membangkitkan kembali anak itu (ay.25-27). (PH Markus, berita 27, W. Lee)

 

Ayat Hafalan 1: “Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” (Lukas 24:26)

 Ayat Hafalan 2: “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, melalui Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Bil. 13—14

(64)