Eat n Drink 64 | Iman: Percaya telah Menerima

Edisi 4 Maret 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 11:1-26

11:1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya

11:2 dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.

11:3 Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini.”

11:4 Mereka pun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya.

11:5 Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: “Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?” 

11:6 Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka.

11:7 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.

11:8 Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.

11:9 Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,

11:10 diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!”

11:11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.

11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.

11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.

11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nya pun mendengarnya.

11:15 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,

11:16 dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.

11:17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!”

11:18 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.

11:19 Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.

11:20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.

11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.”

11:22 Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah!

11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

11:26 [Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.]

 

Iman: Percaya telah Menerima

Doa baca: “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.(Mrk. 11:24)

 

Berdoa adalah meminta sesuatu yang belum kelihatan, jadi harus dalam iman. Kita tidak hanya harus berdoa dalam iman, juga harus berdoa sampai ada iman, berdoa sampai bisa beriman. Tidak hanya percaya pasti akan menerima apa yang kita minta, bahkan percaya telah menerima apa yang telah kita minta. Kita berdoa sampai bisa percaya demikian, berdoa sampai ada iman, lalu harus bersyukur, jangan meminta lagi. Kalau meminta malah akan menyebabkan iman lari lagi, dan tidak mendapatkan apa yang diminta.

Apakah iman? Iman adalah penerimaan terhadap fakta Allah. Dasar iman selalu adalah fakta yang sudah lampau. Beriman bukanlah percaya kepada perkara yang akan datang. Yang berhubungan dengan masa yang akan datang adalah pengharapan, bukan iman. Memang, iman sering memiliki sasaran di masa yang akan datang, seperti yang ditunjukkan dalam Ibrani 11. Iman hanya berhubungan dengan masa lampau — kepada apa yang sudah tergenap, dan bukan hal yang belum terjadi. Inilah iman yang dimaksud dalam Markus 11:24, “Apa saja yang kamu doakan dan minta, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Di sini menyatakan, jika kamu “percaya bahwa kamu telah menerima” apa yang kamu minta (tentu saja di dalam Kristus), maka “hal itu akan diberikan kepadamu”. “Percaya” di sini bukan percaya bahwa Anda “boleh” mendapat sesuatu, atau “bisa” memperoleh sesuatu, atau “akan” memperoleh sesuatu. Iman yang dimaksud di sini adalah percaya bahwa Anda “telah menerimanya”. Jadi, iman adalah yang berhubungan dengan masa lampau. Orang yang mengatakan, “Allah bisa” atau “Allah dapat” atau “Allah pasti” atau “Allah akan”, belum tentu ia benar-benar beriman. Iman yang sejati selalu berkata, “Allah telah melakukannya.” (Kehidupan Orang Kristen yang Normal, W. Nee)

Ayat Hafalan:Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.(Rm. 8:6)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Bil. 21:21—22:41

(96)