Eat n Drink 68 | Bukan Pemborosan

Edisi 8 Maret 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 14:1-26

14:1 Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat,

14:2 sebab mereka berkata: “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”

14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

14:4 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?

14:5 Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu. 

14:6 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

14:7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.

14:8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.

14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

14:10 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.

14:11 Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

14:12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: “Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”

14:13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: “Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia

14:14 dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?

14:15 Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!”

14:16 Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.

14:17 Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu.

14:18 Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku.”

14:19 Maka sedihlah hati mereka dan seorang demi seorang berkata kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?”

14:20 Ia menjawab: “Orang itu ialah salah seorang dari kamu yang dua belas ini, dia yang mencelupkan roti ke dalam satu pinggan dengan Aku.

14:21 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”

14:22 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku.”

14:23 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu.

14:24 Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.

14:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah.”

14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.

 

Bukan Pemborosan 

Doa baca: Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: ‘Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini.’” (Mrk. 14:3b-4) 

 

Kita tidak perlu takut terlalu setia atau terlalu mengasihi Tuhan. Mengasihi Tuhan, melayani Tuhan, adalah tanpa batas, mustahil akan keterlaluan. Tuhan berkenan kalau kita mengasihi-Nya tanpa menghiraukan apa pun. Mengasihi-Nya tanpa beralasan, mengasihi-Nya dengan segala kemesraan. Ia ingin setiap pemberitaan Injil dapat menghasilkan buah-buah Injil; yaitu banyak orang mengetahui bahwa Ia telah mati, dan karena itu mau mengasihi-Nya, melayani-Nya, dan taat kepada-Nya dengan mutlak.

Seberapa banyak yang kita persembahkan kepada Tuhan, tergantung kita memandang seberapa besar nilai Tuhan. Tuhan berharga bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya (1 Ptr.2:7). Petrus tahu hal ini, karena itu ketika ia menulis suratnya tentang: darah, iman, batu, perjanjian, dan sebagainya, semua diikuti dengan kata-kata yang searti dengan kata yang indah atau berharga. Ketika Maria melakukan ini, bagaimana reaksi murid-murid Tuhan? Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain, “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?” Mereka mengira berbuat begitu merupakan suatu pemborosan. Minyak itu dicurahkan ke atas diri Tuhan, kalau dikatakan boros, berarti Tuhan tidak seharga itu.

Adakah sesuatu yang digunakan di atas diri Tuhan boleh dikatakan pemborosan? Orang yang tidak mengasihi Tuhan dengan segenap hati, tentu akan menganggap itu sebagai pemborosan. Menurut pandangan manusia, taat kepada Tuhan, mengasihi Tuhan, berkorban segala bagi Tuhan, sering kali adalah keterlaluan, adalah pemborosan. Tetapi bagi orang yang mengenal Dia dan mengasihi Dia, menuangkan diri bagi Tuhan adalah hal yang sudah sepatutnya. (Dua Belas Bakul, vol. 2, berita 7, W. Nee)

 

Ayat Hafalan:Sebab itu, jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai sejahtera bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni”. (2 Tim. 2:22)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Bil. 29—30

(66)