Eat n Drink 69 | Jangan Bersandar Daging

 

Edisi 9 Maret 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 14:27-42

14:27 Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai.

14:28 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.”

14:29 Kata Petrus kepada-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.”

14:30 Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

14:31 Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua yang lain pun berkata demikian juga. 

14:32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.”

14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,

14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.”

14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

14:36 Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”

14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

14:39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga.

14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.

14:41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

14:42 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”

 

Jangan Bersandar Daging 

Doa baca: Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Mrk. 14:38) 

 

Dalam taman Getsemani, Tuhan datang kepada murid-murid-Nya dan mendapati mereka sedang tidur. Ia berkata kepada Petrus, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang berniat baik, tetapi tabiat manusia lemah” (ayat 40-41). Inilah sebabnya mengapa kita tidak bisa berjaga-jaga dengan Tuhan dalam doa kita. Roh kita kuat, tetapi kita mempunyai masalah dengan daging kita. Berjaga-jaga dan berdoa adalah prinsip yang penting dalam kehidupan kristiani karena si pencoba, Satan, selalu berada di sekitar kita. Semakin kita mengasihi Tuhan, si pencoba semakin menaruh perhatian kepada kita. Begitu kita berpaling kepada Tuhan untuk mengasihi Dia, Satan tidak akan berhenti mencoba untuk menggangu kita. Dalam alam semesta, ada peperangan dan perjuangan antara Allah dan Satan.

Tuhan memberi tahu murid-murid-Nya untuk berjaga-jaga dan berdoa juga adalah peringatan-Nya kepada Petrus. Pada akhirnya, Petrus masuk ke dalam pencobaan Satan di malam itu juga. Ia menyangkal Tuhan di depan Tuhan tiga kali. Tentu saja, pada saat itu ia tidak berjaga-jaga dan berdoa. Pada malam itu juga, Petrus masuk ke dalam pencobaan dikarenakan ia tidak berjaga-jaga dan berdoa.

Ada prinsip lain dari kaum beriman yang menuntut Kristus. Prinsip ini adalah roh mereka yang selalu mau sepanjang waktu tetapi daging mereka lemah. Prinsip ini bukan hanya terjadi dalam doa tetapi juga dalam seluruh kehidupan orang yang mencari Kristus. Roh kita ingin menjadi seorang pemenang, tetapi daging kita lemah. Kita memiliki keinginan dalam roh kita, tetapi kita tidak mempunyai kekuatan dalam daging kita. Itulah sebabnya kita tidak boleh bersandar pada daging, tetapi memperhatikan roh kita. (Kehidupan Manusia Allah, bab 1, W. Lee)

 

Ayat Hafalan:Sebab itu, jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai sejahtera bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni”. (2 Tim. 2:22)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Bil. 31

(66)