Eat n Drink 70 | Yesus Ditinggalkan Murid-murid-Nya

Edisi 10 Maret 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 14:43-52

14:43 Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua.

14:44 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat.”

14:45 Dan ketika ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Rabi,” lalu mencium Dia.

14:46 Maka mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.

14:47 Salah seorang dari mereka yang ada di situ menghunus pedangnya, lalu menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. 

14:48 Kata Yesus kepada mereka: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku?

14:49 Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci.”

14:50 Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

14:51 Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya,

14:52 tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang.

 

Yesus Ditinggalkan Murid-murid-Nya

Doa baca: “Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.”(Mrk. 14:50)

  

Mengikuti Tuhan memerlukan wahyu. Kalau seseorang mengikuti Tuhan tanpa wahyu, ia akan mengikuti Tuhan tatkala situasi lancar dan menguntungkan dirinya, namun akan pergi meninggalkan Tuhan tatkala situasi tidak menguntungkan. Ketika Tuhan ditangkap dan diadili, murid-murid menjadi kecut hatinya dan melarikan diri, meninggalkan Tuhan sendirian. Banyak orang mengikuti Tuhan bukan karena wahyu, tetapi karena telah melihat mujizat dan berkat-berkat.

Kita percaya adanya mujizat dan tanda ajaib. Kita percaya Tuhan Yesus dapat menyembuhkan penyakit dan mengusir setan. Bagi Tuhan Yesus, Anak Allah, melakukan mujizat dan tanda ajaib adalah hal biasa. Ia adalah Allah pencipta alam semesta, maka menyembuhkan penyakit dan mengusir setan, bagi-Nya adalah perkara yang sangat kecil. Tetapi Alkitab memperlihatkan kepada kita, Tuhan tidak mau orang percaya kepada-Nya karena terlebih dulu melihat tanda ajaib (Yoh. 4:48). Tuhan sering berpesan kepada orang-orang yang telah disembuhkan itu supaya jangan menyiarkannya (Mat. 8:4; Mrk. 5:43; 7:36). Sebab Tuhan tidak menghendaki orang mengikuti Dia karena perasaan yang tertarik oleh keajaiban.

Sekalipun banyak orang yang telah percaya kepada-Nya karena perbuatan mujizat dan tanda ajaib, tetapi Tuhan tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka (Yoh. 2:23-24). Lima ribu orang telah nampak tanda ajaib Tuhan yang dikisahkan dalam Yohanes 6, mereka sudah makan roti dan ikan yang dibuat Tuhan secara ajaib itu, tetapi akhirnya mereka tetap meninggalkan Tuhan. Orang yang benar-benar mengenal Tuhan, bukanlah berdasarkan perbuatan mujizat atau tanda ajaib yang di luar itu, tetapi berdasarkan firman Allah dan wahyu Roh Kudus. (12 Bakul, vol. 5, bab 9, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Tim. 2:4)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Bil. 32

(102)