Eat n Drink 71 | Kegagalan Petrus

Edisi 11 Maret 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Mrk. 14:53-72

14:53 Kemudian Yesus dibawa menghadap Imam Besar. Lalu semua imam kepala, tua-tua dan ahli Taurat berkumpul di situ.

14:54 Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh, sampai ke dalam halaman Imam Besar, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api.

14:55 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya.

14:56 Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain.

14:57 Lalu beberapa orang naik saksi melawan Dia dengan tuduhan palsu ini:

14:58 “Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia.”

14:59 Dalam hal ini pun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu dengan yang lain.

14:60 Maka Imam Besar bangkit berdiri di tengah-tengah sidang dan bertanya kepada Yesus, katanya: “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?”

14:61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”

14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”

14:63 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Untuk apa kita perlu saksi lagi?

14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.

14:65 Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya: “Hai nabi, cobalah terka!” Malah para pengawal pun memukul Dia.

14:66 Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar,

14:67 dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.”

14:68 Tetapi ia menyangkalnya dan berkata: “Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.” Lalu ia pergi ke serambi muka [dan berkokoklah ayam].

14:69 Ketika hamba perempuan itu melihat Petrus lagi, berkatalah ia pula kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini adalah salah seorang dari mereka.”

14:70 Tetapi Petrus menyangkalnya pula. Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ berkata juga kepada Petrus: “Engkau ini pasti salah seorang dari mereka, apalagi engkau seorang Galilea!”

14:71 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!”

14:72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu.

 

Kegagalan Petrus

Doa baca: “Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: ‘Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.’ Lalu menangislah ia tersedu-sedu.” (Mrk. 14:72)

 

Seandainya Anda mempunyai pengalaman seperti Petrus, Anda mungkin akan berpikir demikian: Ketika aku menyatakan kerelaanku untuk mati bagi-Nya, Dia berkata, “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Saat itu aku masih mengira bahwa Tuhan telah salah paham akan diriku.

Ketika Dia ditangkap, aku telah menetakkan telinga seorang hamba Imam Besar dengan sebilah pedang sehingga putus, aku masih mengira bahwa aku dapat mengasihi-Nya dengan berani. Ternyata aku dapat jatuh. Aku tidak jatuh di hadapan seorang Imam Besar yang mempunyai kuasa besar; juga tidak jatuh di hadapan Pilatus yang berwewenang itu. Tetapi aku jatuh hanya karena sebuah pertanyaan seorang pelayan rendahan. Sekali menyangkal Tuhan, dua kali menyangkal Tuhan, bahkan akhirnya sampai mengutuk dan bersumpah menyangkal Tuhan.  

Aku telah melakukan satu dosa yang paling besar — menyangkal Dia. Walaupun aku telah meratap dan menyesal, namun aku tidak tahu bagaimana perasaan Tuhan terhadapku. Aku tidak berani menghampiri-Nya lagi. Meskipun Dia mengasihi aku, tetapi aku takut menghampiri-Nya karena ada satu dosa yang menyekat aku dengan Dia. Mungkin sejak kini aku tidak akan dapat mendekati-Nya lagi. Tetapi Tuhan berkata, “Dan kepada Petrus”, ini membuat aku tahu bahwa Dia masih menginginkan aku.

Meskipun Anda terjatuh, Dia dapat membangunkan Anda. Meskipun Petrus tidak berani datang kepada Tuhan, tetapi hati Tuhan telah menarik dia, sehingga dia tidak berani menyembunyikan diri dari Tuhan. Semoga kita nampak bagaimana hati Tuhan terhadap kita. (Dua Belas Bakul Vol. 3, Bab 5, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Tim. 2:4)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Bil. 33—34

(67)