Eat n Drink 80 | Meratakan Jalan Bagi Tuhan

Edisi 20 Maret 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 3:1-22

3:1 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,

3:2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.

3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,

3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.

3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,

3:6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”

3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: “Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu supaya melarikan diri dari murka yang akan datang?

3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.”

3:10 Orang banyak bertanya kepadanya: “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?”

3:11 Jawabnya: “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.”

3:12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: “Guru, apakah yang harus kami perbuat?”

3:13 Jawabnya: “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.”

3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”

3:15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,

3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

3:17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

3:18 Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.

3:19 Akan tetapi setelah ia menegor raja wilayah Herodes karena peristiwa Herodias, isteri saudaranya, dan karena segala kejahatan lain yang dilakukannya,

3:20 raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara.

3:21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit

3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

 

Meratakan Jalan Bagi Tuhan

Doa baca: “Seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, (Luk. 3:4-5)

 

Lukas pasal 3 memperlihatkan kepada kita awal dari zaman perjanjian baru, bagaimana pelayanan atau ministri Tuhan Yesus dibuka oleh Yohanes Pembaptis. Ministri yang Tuhan Yesus bawa adalah ministri yang sepenuhnya baru, berbeda dengan konsep usang hukum taurat yang pada zaman itu masih dipelihara di kalangan orang Yahudi. Kedatangan Yohanes Pembaptis ini sepenuhnya adalah untuk merombak peraturan-peraturan usang, dan mempersiapkan jalan baru yang diperkenalkan oleh Tuhan Yesus. Lembah, gunung, bukit, tempat yang berliku-liku dan berlekuk-lekuk melambangkan kondisi hati manusia terhadap Allah dan sesama, semuanya itu perlu ditanggulangi agar Tuhan bisa bekerja di dalam kita.

Mempersiapkan jalan Tuhan dan meluruskan jalannya berarti mengubah pikiran orang, memalingkan pikirannya ke arah Juruselamat yang akan datang. Ini juga berarti membuat hati mereka benar, meluruskan setiap bagian hati mereka melalui pertobatan, sehingga Kristus dapat masuk ke dalam mereka untuk menjadi hayat mereka. Lembah, gunung, dan bukit-bukit adalah kiasan yang menjelaskan keadaan hati manusia terhadap Allah dan terhadap satu sama lain serta hubungan di antara manusia (Luk. 1:16-17). Baik keadaan hati manusia maupun hubungan mereka perlu ditanggulangi agar dapat mempersiapkan jalan untuk kedatangan Juruselamat guna penyaluran diri-Nya ke dalam umat pilihan-Nya. 

Semua orang [lit. daging] akan melihat keselamatan yang dari Allah (ay. 6). Daging di sini mengacu kepada manusia yang jatuh, dan keselamatan mengacu kepada Juruselamat sebagai keselamatan dari Allah. Ministri Yohanes adalah untuk mempersiapkan jalan hingga semua orang dapat melihat Kristus sang Juruselamat sebagai keselamatan dari Allah. (Kesimpulan Perjanjian Baru, berita 16, W. Lee)

 

Ayat Hafalan 1:Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini” (Ef. 3:8a)

Ayat Hafalan 2:Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami.(1 Tes. 2:9a)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Ul. 17—20

(68)