Eat n Drink 84 | Melawan Iblis

Edisi 24 Maret 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 4:31-44

4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.

4:32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.

4:33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:

4:34 “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

4:35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.

4:36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.”

4:37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

4:38 Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.

4:39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.

4:40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.

4:41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

4:42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.

4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”

4:44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

 

Melawan Iblis

Doa baca: Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.” (Luk. 4:39)

 

Dalam Alkitab kita dapat nampak dengan jelas bahwa banyak penyakit manusia yang berasal dari serangan Iblis. Demam yang diderita oleh ibu mertua Petrus, misalnya, jelas berasal dari serangan Iblis; sebab itu, Tuhan harus menghardik penyakit demam itu (Luk. 4:39). Penyakit itu pasti merupakan sesuatu yang mempunyai pribadi, karena itu Tuhan Yesus dapat menghardiknya. Demam adalah suatu gejala penyakit, Tuhan tidak mungkin menghardik sebuah gejala penyakit. Di balik demam itu terdapat Iblis yang berpribadi, maka begitu Tuhan menghardik demam itu, ia segera sembuh.   Iblis tidak saja membuat orang jatuh sakit, bahkan menyuruh orang mati. Iblis sejak semula adalah pembunuh, seperti halnya ia sejak semula adalah pendusta (Yoh. 8:55). Karenanya, kita tidak saja harus melawan penyakit yang berasal dari Iblis, juga harus melawan pembunuhnya. Setiap angan-angan yang mengira “lebih baik mati” berasal dari Iblis, dan angan-angan apa pun yang mengira “kalau sudah mati, beres sudah”, itu pun berasal dari Iblis. Begitu timbul pikiran yang demikian, kita harus menolaknya, jangan menerimanya. Kita mengakui, sering kali penyakit timbul karena kecerobohan manusia melanggar hukum alam, tetapi sering pula karena serangan Iblis. Penyakit semacam ini biasanya timbul dan lenyap secara tiba-tiba karena itu berasal dari serangan Iblis, bukan penyakit biasa. Karena itu, asalkan Anda mohon Tuhan menghardiknya saja, ia pasti segera berlalu.  

Satu Petrus 5:8-9a mengatakan, ”Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh.” Dengan jelas firman Allah memperlihatkan kepada kita bahwa cara untuk melawan Iblis adalah dengan iman. Tanpa iman, kita tidak dapat melawannya. (Melawan Iblis, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Rm. 12:11)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Ul. 28:15—29:17

(67)