Eat n Drink 86 | Memanggil Orang Berdosa

Edisi 26 Maret 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 5:17-39

5:17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.

5:18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.

5:19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.

5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”

5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”

5:22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?

5:23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?

5:24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

5:25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.

5:26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.”

5:27 Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”

5:28 Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.

5:29 Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.

5:30 Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

5:31 Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;

5:32 Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

5:33 Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”

5:34 Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?

5:35 Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

5:36 Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: “Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.

5:37 Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur.

5:38 Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.

5:39 Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.”

 

Memanggil Orang Berdosa

Doa baca: “Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: ‘Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.’” (Luk. 5:31-32)

 

Orang-orang Yahudi menjauhi para pemungut cukai, menganggap mereka lebih buruk daripada orang-orang kusta. Karena itu, Matius pasti terkejut ketika Tuhan Yesus datang kepadanya. Di sini kita nampak bahwa Manusia-Penyelamat melayani sebagai seorang tabib, bukan sebagai seorang hakim. Penghakiman seorang hakim dilaksanakan berdasarkan kebenaran, sedangkan penyembuhan seorang tabib dilaksanakan berdasarkan rahmat dan kasih karunia. Jika Tuhan mengunjungi orang-orang yang kasihan itu sebagai seorang hakim, semua orang akan dihukum dan ditolak. Tidak ada seorang pun yang layak, yang terpilih, dan yang terpanggil. Tetapi Tuhan datang untuk melayani sebagai seorang tabib; yaitu Dia datang untuk menyembuhkan, memulihkan, menghidupkan, dan menyelamatkan.  

Tuhan Yesus bukan hanya benar; Dia juga penuh rahmat. Menurut Yakobus 2:13, “Belas kasihan akan menang atas penghakiman.” Kita perlu menunjukkan rahmat kepada orang-orang yang terhina dan dalam keadaan yang sangat kasihan. Tuhan penuh rahmat kepada Matius, dan rahmat-Nya itu pasti sangat menggerakkan hati Matius. Jika tidak, ia tidak akan mengadakan suatu perjamuan bagi Tuhan. Matius mengundang sejumlah besar pemungut cukai dan orang dosa untuk makan bersama Tuhan Yesus. Di sini kita nampak kebajikan insani-Nya.  

Firman Tuhan di sini menyiratkan bahwa orang-orang Farisi yang membenarkan diri itu tidak menyadari keperluan mereka terhadap-Nya sebagai tabib. Mereka menganggap diri mereka kuat. Jadi, mereka dibutakan oleh sikap membesarkan diri mereka, mereka tidak tahu bahwa mereka “sakit” dan memerlukan penyembuhan. (PH Lukas, berita 13, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Rm. 12:11)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Ul. 31:30—32:47

(62)