Eat n Drink 90 | Iman, Kasih, dan Damai Sejahtera

Edisi 30 Maret 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 7:18-50

7:18 Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya,

7:19 ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”

7:20 Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: “Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”

7:21 Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.

7:22 Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. 

7:23 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

7:24 Setelah suruhan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?

7:25 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja.

7:26 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.

7:27 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

7:28 Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.”

7:29 Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes.

7:30 Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.

7:31 Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?

7:32 Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.

7:33 Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.

7:34 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.

7:35 Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

7:36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.

7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.

7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

7:39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”

7:40 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”

7:41 “Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.

7:42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”

7:43 Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”

7:44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.

7:45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.

7:46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.

7:47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”

7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”

7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”

7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

 

Iman, Kasih, dan Damai Sejahtera 

Doa-baca: Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: ‘Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!’” (Luk.7:50)

 

Iman, kasih, dan damai sejahtera adalah tiga kebajikan penting dalam mengalami dan menikmati keselamatan Penyelamat. Iman dihasilkan dari pengenalan terhadap Penyelamat dalam kuasa-Nya yang menyelamatkan dan kebajikan-Nya. Kasih berasal dari iman ini dan mendatangkan damai sejahtera; kemudian kita mengikuti Penyelamat.

Tahukah Anda tujuan Lukas dalam menyajikan gambaran tentang pengampunan dosa-dosa yang demikian ini? Tujuannya adalah menggambarkan Manusia-Penyelamat dengan standar moralitas-Nya yang tertinggi. Seperti yang telah kita tunjukkan, hal ini seharusnya dianggap sebagai prinsip yang mendasar dalam tulisan Injil Lukas. Khususnya dalam kasus ini kita dapat melihat prinsip yang mengendalikan ini. Di sini menggambarkan standar moralitas yang tertinggi dari Penyelamat.

Dalam kasus ini kita perlu memperhatikan ketiga hal ini iman, kasih, dan damai sejahtera. Ketika saya masih sebagai seorang Kristen muda dan membaca pasal ini, saya mengira bahwa kasih perempuan itu terhadap Penyelamat adalah penyebab dosa-dosanya diampuni. Saya mengira bahwa Tuhan mengampuni perempuan itu karena ia mengasihi-Nya. Pemahaman demikian tidaklah tepat.

Dalam ayat 50 Tuhan berkata kepada perempuan itu bahwa imannya, bukan kasihnya, yang menyelamatkan dia. Selanjutnya, mengenai dua orang yang berhutang yang diampuni oleh orang yang membungakan uang itu, Tuhan bertanya, “Siapakah di antara mereka yang akan lebih mengasihi dia?” (ay. 42). Ini menunjukkan dengan jelas bahwa kasih adalah hasil dari pengampunan. Mengenai hal ini, kita perlu memperhatikan kata “karena” dalam ayat 42. Kata ini membuktikan bahwa kasih datang setelah pengampunan bukan sebelumnya. (PH Lukas, berita 17, W. Lee)

Ayat Hafalan: “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.” (Mzm. 119:103)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yos. 5—6

(72)