Eat n Drink 91 | Perumpamaan Tentang Penabu

Edisi 31 Maret 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 8:1-25

8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,

8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

8:4 Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:

8:5 “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. 

8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.

8:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.

8:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

8:9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.

8:10 Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.

8:11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.

8:12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

8:15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

8:16 “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.

8:17 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.

8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.

8:20 Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.”

8:21 Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

8:22 Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan Ia berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang danau.” Lalu bertolaklah mereka.

8:23 Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya.

8:24 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Guru, Guru, kita binasa!” Ia pun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itu pun reda dan danau itu menjadi teduh.

8:25 Lalu kata-Nya kepada mereka: “Di manakah kepercayaanmu?” Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?”

 

Perumpamaan Tentang Penabur

Doa-baca: “’Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.’ Setelah berkata demikian Yesus berseru: ‘Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!’” (Luk.8:8)

 

Catatan perumpamaan tentang penabur dalam 8:4-15 agak berbeda dengan catatan dalam Matius 13. Tujuan Matius dalam mencatat perumpamaan ini adalah untuk menunjukkan bagaimana kehidupan kerajaan itu. Namun tujuan Lukas adalah memperlihatkan kepada kita bahwa sebagai orang-orang yang hidup dalam damai sejahtera, mengikuti Tuhan, dan melayani Dia, kita harus bertumbuh dalam hayat.

Dalam 8:5-8 Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan tentang penabur; dalam ayat 9-15 Dia menjelaskan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya. Lukas 8:5a mengatakan, “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya.” Penabur adalah Tuhan sendiri, dan benih adalah firman itu dengan Tuhan di dalamnya sebagai hayat. Dalam ayat 5-8 disinggung empat macam tanah. Seperti yang akan kita lihat, keempat macam tanah ini menandakan empat macam keadaan hati manusia.

Ketika murid-murid bertanya kepada Tuhan mengenai perumpamaan ini (ay. 9), Dia berkata, “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti” (ay. 10). Ayat ini menunjukkan bahwa ekonomi Allah mengenai kerajaan-Nya adalah satu rahasia yang tersembunyi, dan rahasia ini telah tersingkap bagi murid-murid Manusia-Penyelamat ini. Karena sifat dan karakter Kerajaan Allah itu sepenuhnya ilahi dan unsur yang olehnya kerajaan itu dihasilkan adalah hayat ilahi dan terang ilahi, maka Kerajaan Allah, khususnya dalam realitasnya sebagai gereja yang sejati di zaman ini (Rm. 14:17), semuanya masih merupakan satu rahasia bagi manusia alamiah. (PH Lukas, berita 18, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh. 1:1)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yos. 7—8

(71)