Eat n Drink 94 | Kehilangan Hayat Jiwa

Edisi 3 April 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 9:18-36

9:18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”

9:19 Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”

9:20 Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”

9:21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.

9:22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” 

9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

9:25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.

9:27 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah.”

9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.

9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.

9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.

9:32 Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.

9:33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

9:34 Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.

9:35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”

9:36 Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.

 

Kehilangan Hayat Jiwa 

Doa baca:Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.” (Luk. 9:24)

 

Dalam Lukas 9:24 Tuhan melanjutkan berkata, “Karena siapa saja yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.” Menyelamatkan nyawa (jiwa) adalah membiarkan jiwa mendapatkan kenikmatannya dan tidak menderita. Kehilangan nyawa adalah membuat jiwa kita menderita kehilangan kenikmatannya. Jika para pengikut Manusia-Penyelamat membiarkan jiwa mereka mendapatkan kenikmatannya di zaman ini, maka mereka akan membuat jiwa mereka menderita kehilangan kenikmatannya di zaman kerajaan yang akan datang. Jika mereka membiarkan jiwa mereka menderita kehilangan kenikmatan di zaman ini demi Manusia-Penyelamat, maka mereka akan membuat jiwa mereka mendapatkan kenikmatannya di zaman kerajaan yang akan datang. Mereka akan berbagian dalam sukacita Tuhan memerintah atas bumi ini (Mat. 25:21, 23).

Matius 16:26 membicarakan merugikan hayat jiwa, tetapi Lukas 9:25, mengatakan merugikan “dirinya sendiri”. Ini menunjukkan bahwa hayat jiwa kita adalah ego kita.

Dalam Lukas 9:1-26 kita nampak bahwa untuk menyebarkan yobel ini, Manusia-Penyelamat mengutus kedua belas rasul untuk memberitakan Kerajaan Allah, mengusir setan-setan, dan menyembuhkan penyakit-penyakit. Kemudian Manusia-Penyelamat mengadakan suatu mujizat untuk menunjukkan bahwa Dia menerapkan yobel bagi semua orang yang memerlukannya. Dia telah menerapkan yobel kepada lebih dari sepuluh ribu orang. Kita juga telah nampak bahwa untuk yobel ini perlu ada Kristus. Kristus adalah Yang melaksanakan yobel. Selanjutnya, Kristus perlu mati dan dibangkitkan. Kemudian untuk berbagian dalam yobel ini dan menikmatinya, kita, para pengikut Manusia-Penyelamat, perlu menyatukan diri dengan kematian-Nya yang almuhit dan hidup dalam kebangkitan-Nya. (PH Lukas, berita 21, W. Lee)

 

Ayat Hafalan 1: “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.” (Mzm. 119:103)

Ayat Hafalan: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh. 1:1)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yos. 13—14:5

(94)