Eatn Drink 196 | Dihormati dan Dihargai

Edisi 26 Juli 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 28:1-10

28:1 Setelah tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu bahwa daratan itu adalah pulau Malta.

28:2 Penduduk asli pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api dan mengajak kami semua ke situ karena sudah mulai hujan dan hawanya dingin.

28:3 Ketika Paulus memungut seberkas ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular berbisa karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.

28:4 Ketika penduduk asli pulau itu melihat ular itu terpaut pada tangan Paulus, mereka berkata seorang kepada yang lain, “Orang ini pasti seorang pembunuh, sebab, meskipun ia telah luput dari laut, ia tidak dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan.”

28:5 Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api dan sama sekali tidak menderita sesuatu. 

28:6 Namun mereka menyangka bahwa ia akan bengkak atau tiba-tiba akan mati rebah. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat bahwa tidak terjadi apa pun padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat bahwa ia seorang dewa.

28:7 Tidak jauh dari tempat itu ada tanah milik pejabat pulau itu, yang bernama Publius. Ia menyambut kami dan menjamu kami dengan ramah selama tiga hari.

28:8 Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia.

28:9 Sesudah peristiwa itu datanglah juga orang-orang sakit lain dari pulau itu dan mereka pun disembuhkan juga.

28:10 Mereka sangat menghormati kami dan ketika kami bertolak, mereka menyediakan segala sesuatu yang kami perlukan.

 

Dihormati dan Dihargai

Doa baca: “Mereka sangat menghormati kami dan ketika kami bertolak, mereka menyediakan segala sesuatu yang kami perlukan.” (Kis. 28:10)

 

Di laut yang berbadai, Tuhan tidak saja membuat rasul menjadi tuan orang-orang di atas kapal (27:4), tetapi juga penjamin hidup dan penghibur mereka (27:22-25). Sekarang di darat, dalam keadaan damai, Tuhan berbuat lebih lanjut, bukan hanya membuat Paulus menjadi daya tarik ajaib dalam pandangan penduduk pribumi yang takhayul (ay. 3-6), juga menjadi penyembuh dan sukacita mereka (ay. 8-9). Selama perjalanan laut yang panjang, naas, dan terpenjara, Tuhan menjaga rasul di dalam keunggulan-Nya dan memungkinkan dia menempuh hidup yang melampaui alam kekhawatiran. Hidup demikian penuh wibawa, memiliki standar kebajikan insani yang tertinggi, mengekspresikan atribut-atribut ilahi yang terunggul, suatu hidup yang serupa dengan hidup Tuhan sendiri di bumibeberapa tahun sebelumnya.

Inilah Yesus kembali hidup di bumi di dalam keinsanian-Nya yang dipenuhi oleh sifat ilahi! Inilah manusia Allah yang ajaib, unggul, dan misterius, yang dulu hidup di dalam kitab-kitab Injil, yang terus hidup di dalam Kisah Para Rasul melalui salah satu anggotanya! Inilah saksi hidup dari Kristus yang berinkarnasi, tersalib, bangkit, dan ditinggikan oleh Allah! Paulus memperhidupkan Kristus dan memperbesar Kristus dalam perjalanan pelayarannya (Flp. 1:20-21). Selama pelayaran itu dan sekarang di pulau Malta, Paulus sungguh hidup dan bertindak di dalam Roh. Ia sungguh menempuh suatu kehidupan yang adalah Kristus yang berinkarnasi, tersalib bangkit, dan naik. Tidak heran orang-orang sangat menghormati dia dan teman-temannya (ay.10), memberi mereka penghormatan yang terbesar dan penghargaan yang tertinggi. (Pelajaran Hayat Kisah Para Rasul, berita 71, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia.” (Kol. 1:19) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Ayb. 23—25

(61)