Pembacaan Alkitab: Mat. 21:23-46

RAJA SURGAWI DIUJI (1)

Peristiwa dalam pasal 21 terjadi selama minggu terakhir  hidup  Tuhan  di  bumi  (Yoh.  12:1).

Dalam 21:23—22:46 Tuhan diuji dan diperiksa.  Kristus  adalah  Anak  Domba  Paskah  yang  sejati, sedangkan anak domba dalam Keluaran 12 hanyalah suatu lambang.

Pertama-tama Tuhan diperiksa oleh imam-imam kepala  dan  tua-tua  (Mat.  21:23).  Tuhan  menjawab mereka  dengan  pertanyaan  tentang  Yohanes Pembaptis (ayat 24). Imam-imam kepala dan tua-tua berkata  kepada  Tuhan  bahwa  mereka  tidak  tahu apakah Yohanes Pembaptis datang dari surga atau dari manusia (ayat 27). Jawaban mereka adalah bohong. Tetapi  Tuhan  menyingkapkan  dusta  mereka  dan menghindar dari pertanyaan mereka (ayat 27). Dengan demikian,  Tuhan Yesus melalui  ujian  yang  pertama tanpa cela.

Lalu Tuhan Yesus memberi mereka perumpamaan tentang  seorang  yang  mempunyai  dua  orang  anak (ayat  28-32).  Orang  itu  memberi  tahu  anak  yang pertama agar bekerja di kebun anggur. Pada mulanya anak  itu  menolak,  tetapi  kemudian  ia  menyesalinya dan pergi. Orang itu memberi tahu anak yang kedua untuk  melakukan  hal  yang  sama.  Tetapi  setelah mengatakan  bahwa  ia  mau,  akhirnya  ia  tidak  pergi. Lalu Tuhan berkata, “Pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan  pelacur  akan  mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah” (ayat 31).Firman Tuhan di sini menyiratkan pengalihan hak kesulungan dari orang Israel kepada orang-orang lain yang terdiri atas orang berdosa dan pemungut cukai yang  telah  diselamatkan.  Ini  berarti  bahwa  hak kesulungan Allah  telah  dialihkan  dari  Israel  kepada gereja (Ibr. 12:23). Ayat 32 mengatakan tentang jalan kebenaran. Injil Matius sebagai kitab mengenai kerajaan menekankan perkara kebenaran, karena hayat kerajaan adalah hayat yang memiliki kebenaran yang ketat, yang harus kita cari (5:20; 6:33).Dalam  ayat  33-46,  Tuhan  melanjutkan  dengan perumpamaan  lain  tentang  penyerahan  Kerajaan Allah. Ini adalah perumpamaan kebun anggur dimana seorang  tuan  tanah  membuka  kebun  anggur  dan menyerahkannya kepada penggarap-penggarap (ayat 33). Tuan tanah itu adalah Allah, kebun anggur adalah Kota Yerusalem (Yes. 5:1) dan penggarap-penggarap adalah para pemimpin Israel (21:45).Tuan tanah berkali-kali mengutus hamba-hamba-Nya  untuk  menerima  hasilnya,  tetapi  penggarap-penggarap itu memukul dan membunuh mereka (ayat 34-46).  Ini  adalah  penganiayaan yang  diderita  oleh nabi-nabi Perjanjian Lama (Yer. 37:15; Neh. 9:26; 2 Taw. 24:21).Kemudian tuan tanah mengutus anak-Nya, tetapi penggarap-penggarap  melempar-Nya  ke  laur  dari kebun  anggur  dan  membunuh  Dia  (ayat  38-39).  Ini menunjukkan  bahwa  Kristus  dibunuh  di  luar  Kota Yerusalem  (Ibr.  13:12).  Hal  ini  menyebabkan  tuan tanah membinasakan penggarap-penggarap yang jahat dan  menyerahkan  kebun  anggur  itu  kepada penggarap-penggarap lain, yaitu para rasul (ayat 40-41).

Kristus sebagai batu penjuru ditolak oleh tukang-tukang bangunan Yahudi (ayat 42). Batu di sini ialah Kristus untuk bangunan Allah (Yes. 28:16; Za. 3:9; 1 Ptr. 2:4). Kristus bukan hanya batu dasar (Yes. 28:16) dan  batu  utama  (Za.  4:7),  tetapi  juga  batu  penjuru. Dalam  ayat  43  Yesus  mengatakan  bahwa  Kerajaan Allah  akan  diambil  alih  dari  orang  Yahudi  dan diberikan kepada gereja.

Orang Yahudi  telah  tersandung  pada  Kristus sehingga hancur remuk (ayat 44; Yes. 8:15; Rm. 9:32). Bagian terakhir dari ayat 44 mengatakan, “Siapa saja yang ditimpa batu itu, ia akan remuk.” Ini mengacu kepada  bangsa-bangsa  yang  akan  dipukul  dan dihancurkan  Kristus  pada  saat  kedatangan-Nya kembali (Dan. 2:34-35). Bagi kaum beriman, Kristus adalah batu dasar, yang mereka percaya dan sandari (Yes.  28:16);  bagi  orang  Yahudi  yang  percaya,  Dia adalah batu sandungan (Yes. 8:14; Rm. 9:33); dan bagi bangsa-bangsa,  Dia  akan  menjadi  batu  yang menghancurkan.

Juruselamat kita itu adalah batu, ini mewahyukan fakta  bahwa  penyelamatan  Allah  adalah  untuk pembangunan  Allah  (Kis.  4:10-12).  Gereja  ialah ladang  yang  menghasilkan  bahan-bahan  untuk pembangunan  Allah  (1  Kor.  3:9).  Apa  pun  yang ditumbuhkan ladang ini adalah untuk pembangunan. Sebagai  seorang  beriman,  Kristus  bagi Anda  adalah batu  bangunan.  Kita  perlu  menguji  diri  sendiri  dan bertanya berapa banyak pembangunan yang terdapat di antara kita.

 Kerajaan  tergantung  pada  gereja  dan  gereja tergantung pada pembangunan. Tanpa pembangunan, tidak akan ada hidup gereja yang riil. Di dalam Dia dan melalui Dia kita dibangunkan bersama.Setelah  pewahyuan  yang  begitu  indah,  para pemimpin Yahudi berusaha menangkap Raja surgawi agar  dapat  membunuh-Nya  (ayat  45-46).  Ini menunjukkan  bahwa  mereka  sebagai  tukang-tukang bangunan,  sepenuhnya  membuang  Kristus  yang adalah batu pembangunan Allah.

(11)