AmazingTomohon.com
Not everyone can see what you see
Edisi 2 Mei 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Luk. 23:1-25
23:1 Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.
23:2 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: “Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja.”
23:3 Pilatus bertanya kepada-Nya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Engkau sendiri mengatakannya.”
23:4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini.”
23:5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: “Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini.”
23:6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea.
23:7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
23:8 Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.
23:9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apa pun.
23:10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.
23:11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.
23:12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.
23:13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat,
23:14 dan berkata kepada mereka: “Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya.
23:15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apa pun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati.
23:16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.”
23:17 [Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.]
23:18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: “Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!”
23:19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan.
23:20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus.
23:21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: “Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!”
23:22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: “Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahan pun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.”
23:23 Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka.
23:24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan.
23:25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.
Engkaukah Raja Orang Yahudi?
Doa-baca: “Pilatus bertanya kepada-Nya: ‘Engkaukah raja orang Yahudi?’ Jawab Yesus: ‘Engkau sendiri mengatakannya.’”(Luk. 23:3)
Para pemimpin Yahudi menuduh Tuhan Yesus di hadapan Pilatus dengan berkata, “Kami mendapati bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan bahwa Dialah Kristus, yaitu Raja” (23:2). Pilatus kemudian bertanya kepada-Nya dengan berkata, “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: Engkau sendiri mengatakannya” (ay. 3). Menurut Alford, jawaban Tuhan ini harus dipahami sebagai suatu pernyataan yang tegas.
Di bawah kedaulatan Allah, Manusia-Penyelamat bukan hanya dihakimi oleh para pemimpin Yahudi seperti seekor domba di hadapan orang-orang yang menyembelihnya (Yes. 53:7), tetapi juga oleh gubernur Romawi seperti seorang penjahat di hadapan para pendakwa. Dia dihakimi dengan cara demikian supaya Dia dapat mati untuk menyelamatkan orang-orang dosa dengan nyawa-Nya sebagai suatu tebusan (Mrk. 10:45), bukan hanya bagi orang-orang Yahudi yang diwakili oleh para pemimpin Yahudi, tetapi juga bagi bangsa bukan Yahudi, yang diwakili oleh gubernur Romawi.
Pada saat yang bersamaan, Tuhan Yesus dibenarkan dalam kesempurnaan insani-Nya yang berstandar tertinggi, dengan segala kemuliaan ilahi-Nya yang melampaui segala sesuatu. Ini merupakan tanda terkuat bahwa Dia sepenuhnya layak menjadi pengganti orang-orang dosa, sebagaimana Ia ditetapkan untuk mati bagi mereka. Puji Tuhan, kita punya Penyelamat yang demikian unggul. (PH Lukas, berita 51, W. Lee)
Ayat Hafalan: “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.“ (Yoh.17:17)
Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: 2 Sam. 1—4