Eat n Drink 282 | Hati Allah
21/10/2016 No Comments Reflection Administrator

2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: Itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

2:7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul — yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta — dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.

2:8 Karena itu, aku ingin, supaya di mana-mana laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

2:9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,

2:10 tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.

2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.

2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.

2:14 Lagi pula, bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

2:15 Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.

 

Hati Allah

Doa baca: “Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (2 Tim. 2:4)

 

Allah menghendaki semua orang diselamatkan (1 Tim. 2:4). Inilah hati Allah: Allah demikian mengasihi kita, menghendaki kita semua beroleh selamat. namun manusia menyalah pahami hati Allah! Jauh-jauh hari Dia telah mengutus Anak-Nya datang, supaya kita karena Dia, mendapatkan penebusan dosa, dan bisa mendekati Allah. Sebab itu bukan kita yang ingin diselamatkan, tetapi Allah yang mau menyelamatkan kita.

Lukas 15 memperlihatkan kepada kita, bukan anak yang hilang yang mau diselamatkan, tetapi Bapa yang mengasihi anak yang hilang. Anak yang hilang sedang berusaha di tempat yang jauh, ingin mengajukan alasan, ingin dengan alasan menggerakkan hati bapanya; tetapi dia tidak mengetahui bapanya adalah kasih, bapa sudah lama, siang malam menunggu dia pulang (Luk. 15:17-20). Orang yang beralasan adalah orang yang tidak mengetahui Allah mengasihi manusia, sebab itu Anda jangan beralasan, jangan mempertimbangkan apakah Allah mau menerima Anda. Manusia berharap Allah mempunyai kasih, tetapi sebenarnya Allah itu kasih. Manusia mengira Allah itu bengis, menakutkan, keras hati, tetapi Allah sendiri berkata, “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya” (Kel. 34:6). Ia mengatakan pula, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya” (Mzm. 34:9). Semoga semua orang bisa mengenal kasih-Nya, bisa mengecap kebaikan-Nya, juga berlindung pada-Nya. (Bagaimana Memberitakan Injil, W. Nee)

 

Ayat Hafalan: “Ia menjawab, kata-Nya: ‘Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;’” (Mat. 13:37) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yer. 11—13

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *