AmazingTomohon.com
Not everyone can see what you see
Edisi 14 Juni 2015 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kis. 2:1-13
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, mereka semua berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti lidah api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Lalu mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.
2:5 Waktu itu di Yerusalem tinggal orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
2:6 Ketika terdengar bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka terkejut karena mereka masing-masing mendengar orang-orang percaya itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata, “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa tempat kita dilahirkan;
2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”
2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain, “Apa artinya ini?”
2:13 Tetapi yang lain menyindir, “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”
Kelimpahan Kristus yang Bangkit
Doa baca: “Ketika tiba hari Pentakosta, mereka semua berkumpul di satu tempat.” (Kis. 2:1)
Pada hari itu terjadi pencurahan Roh yang almuhit. Roh ini adalah hasil yang limpah dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses yang diberikan oleh Dia kepada umat pilihan-Nya sebagai berkat Injil. Roh ini adalah berkat Injil yang diberikan kepada kita supaya kita dapat menikmati Kristus yang almuhit, yang adalah perwujudan Allah Tritunggal, sebagai tanah permai kita.
Pada hari kebangkitan Kristus ada penggenapan lambang hasil pertama dari tuaian. Lalu lima puluh hari kemudian, pada hari Pentakosta, ada kenikmatan terhadap tuaian hasil yang limpah dari tanah permai. Ini adalah lambang Kristus menjadi kenikmatan yang penuh bagi umat tebusan-Nya sebagai Roh pemberi-hayat yang dicurahkan ke atas mereka dari surga. Melalui pencurahan Roh itu, umat Allah dapat menikmati Kristus yang almuhit sebagai tanah permai mereka. Penerimaan mereka terhadap Roh yang limpah lengkap pada hari Pentakosta menunjukkan bahwa mereka bukan hanya telah masuk ke dalam tanah permai itu, bahkan berbagian dalam kelimpahan yang limpah lengkap dari Kristus yang almuhit di dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya sebagai bagian penuh Allah yang diberikan di dalam ekonomi Perjanjian Baru-Nya.
Kita telah nampak bahwa berkas buah bungaran melambangkan Kristus di dalam kebangkitan-Nya. Sebagai buah bungaran, Kristus itu baru dan segar. Pada pagi hari dari kebangkitan-Nya, Dia ingin pergi secara langsung kepada Bapa dan menyajikan diri-Nya kepada Bapa sebagai buah bungaran. Tetapi Dia ditahan oleh Maria, yang menikmati Dia sebagai “berkas” di dalam kebangkitan. Bahkan sebelum Allah Bapa menikmati Kristus yang bangkit, Maria memiliki sedikit kenikmatan terhadap Dia dengan cara ini. (PH Kisah Para Rasul, berita 6, W. Lee)
Ayat Hafalan: “Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat. [Karena Engkaulah yang punya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]” (Mat. 6:13)
Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: 1 Taw. 13—16