AmazingTomohon.com
Not everyone can see what you see
Gerakan Pangan Murah (GPM) memang menjadi instrumen krusial bagi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk menjaga stabilitas ekonomi mikro, terutama saat tekanan inflasi meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Menjelang hari raya, sering kali terjadi panic buying atau spekulasi harga oleh pedagang. Kehadiran GPM berfungsi sebagai penyeimbang (anchor). Ketika masyarakat tahu ada akses pangan dengan harga subsidi atau harga acuan pemerintah (HAP), harga di pasar reguler cenderung akan ikut terkoreksi atau setidaknya berhenti melonjak.
Guna memastikan Gerakan Pangan Murah (GPM) bisa berjalandengan baik, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius, Selvanus, SE turun langsung ke beberapa Lokasi untuk melihat langsung giat tersebut. Gubernur memantau pelaksanaan GPM di Kota Bitung, Kota manado, Kota Kotamobagu dan Tutuyan, Boltim.

Dalam kunjungan ini, Gubernur memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok bagi Masyarakat. Mengingat menjelang setiap hari – hari raya, kebutuhan bahan – bahan pokok selalu saja meningkat. Oleh karena itu Pemerintah Sulawesi Utara sangat memperhatikan setiap kebutuhan masyarakat menjelang hari – hari raya tersebut.

Gubernur sempat berdialog dengan para penjual dan Masyarakat untuk bertanya harga sejumlah komoditas yang dijual yakni bawang, cabai, hingga daging ayam. “Program ini dilakukan untuk membantu Masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga murah, dan pemerintah akan terus hadir menjaga stabilitas harga pangan,” ujar Gubernur saat melakukan peninjauan GPM.

Tujuan dari GPM ini adalah mengintervensi harga pasar yang fluktuatif menjelang hari besar keagamaan agar tetap stabil, menjaga daya beli Masyarakat melalui koordinasi ketat di lapangan dengan operasi rutin. Memastikan komoditaas utama seperti beras, minyak goreng, dan telur tetap di bawah harga pasar regular.

Menjamin distribusi bahan pokok yang adil dan tepat sasaran bagi seluruh Masyarakat, sekaligus pengendalian inflasi.
Dimana sinergi antar stakeholders terkait untuk menekan angka inflasi daerah demi ekonomi yang kondusif.
Tentunya kondisi seperti ini yang dinantikan seluruh masyarakat Sulawesi Utara, dimana ketersediaan pangan atau kebutuhan pokok menjelang hari raya tetap terjaga, sehingga masyarakat dengan sukacita merayakan hari besar yang setiap tahunnya dinanti-nantikan.
Melalui kegiatan ini juga, Pemerintah Sulawesi Utara terus berkomitmen melauli instansi-instasni terkait untuk tersus berkoordinasi menjaga stabilitas harga pangan tetap stabil sampai dan sesudah hari raya berlangsung.