Eat n Drink 234 | Bernubuat Berbicara bagi Tuhan
02/09/2016 No Comments Reflection Administrator

Edisi 2 September 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 1 Kor. 14:1-25

14:1 Kejarlah kasih itu dan berusahalah memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa lidah, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengertinya, oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

14:3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa lidah, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun jemaat.

14:5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa lidah, tetapi lebih daripada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga daripada orang yang berkata-kata dengan bahasa lidah, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga jemaat dapat dibangun. 

14:6 Jadi, Saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa lidah, apa gunanya itu bagimu, jika aku tidak berbicara kepadamu dengan penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?

14:7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa tetapi berbunyi, seperti seruling dan kecapi — bagaimana orang dapat mengetahui lagu apa yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda?

14:8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapa yang menyiapkan diri untuk berperang?

14:9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa lidah: Jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!

14:10 Ada banyak — entah berapa banyak — macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satu pun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.

14:11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.

14:12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih daripada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun jemaat.

14:13 Karena itu, siapa yang berkata-kata dengan bahasa lidah, ia harus berdoa, supaya ia dapat menafsirkannya.

14:14 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa lidah, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak menghasilkan apa-apa.

14:15 Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.

14:16 Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan “amin” atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?

14:17 Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya.

14:18 Aku mengucap syukur kepada Allah bahwa aku berkata-kata dengan bahasa lidah lebih daripada kamu semua.

14:19 Tetapi dalam pertemuan jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, daripada beribu-ribu kata dengan bahasa lidah.

14:20 Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!

14:21 Dalam hukum Taurat ada tertulis: “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan.”

14:22 Karena itu karunia bahasa lidah adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.

14:23 Jadi, kalau seluruh jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa lidah, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, bukankah mereka akan katakan bahwa kamu gila?

14:24 Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;

14:25 segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: “Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu.”

 

Bernubuat Berbicara bagi Tuhan

Doa baca: “Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.” (1 Kor. 14:3)

 

Satu Korintus 14, bernubuat mengacu kepada berbicara bagi Allah dan Kristus serta menyampaikan Allah dan Kristus. Menyampaikan Allah dan Kristus adalah melayankan dan mendispensikan (menyalurkan) Allah dan Kristus kepada orang-orang. Kita melayankan Allah dan Kristus kepada orang-orang dengan cara yang sama seperti seorang pelayan melayankan makanan. Mendispensikan Allah dan Kristus ke dalam orang-orang sedikit berbeda dengan melayankan. Seorang pelayan mungkin menyinggung orang-orang yang dia layani sedemikian rupa sehingga mereka tidak mau menyantap makanan yang dia layankan kepada mereka. Pelayan seperti itu melayankan makanan tetapi tidak mendispensikannya kepada orang-orang.

Tetapi, ada rintangan dasar bagi kita untuk bernubuat sehingga kita semua harus berjuang untuk mengalahkannya. Kita merasa bahwa kita seharusnya hanya berbicara jika kita dapat menjadi pembicara yang top; jadi, kita menahan diri dari berbicara karena tidak ingin kehilangan muka kita. Keragu-raguan juga adalah rintangan kita. Cara untuk mengalahkan rintangan kita adalah dengan melawan manusia alamiah kita beserta watak dan kebiasaannya. Cara untuk mengalahkan rintangan kita juga adalah dengan melatih roh dan belajar bagaimana mengutarakan apa yang ingin kita bicarakan bagi Tuhan. Kita memiliki sesuatu mengenai Tuhan untuk dibicarakan kepada orang lain, namun kita tidak tahu bagaimana cara mengutarakannya. Ketika hal ini terjadi, kita perlu pulang ke rumah dan berlatih berbicara. Kita bisa berdoa, “Tuhan, saya ingin belajar berbicara bagi Dikau”(Praktek Bernubuat, W. Lee)

 

Ayat Hafalan: “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” (1 Kor. 6:17)

 Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama:  Mzm. 145—150

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *