AmazingTomohon.com
Not everyone can see what you see
Edisi 28 September 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Ef. 4:1-16
4:1 Sebab itu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, menasihatkan kamu, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dengan saling membantu.
4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera:
4:4 Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan melalui semua dan di dalam semua.
4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah diberikan anugerah menurut ukuran pemberian Kristus.
4:8 Itulah sebabnya dikatakan, “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”
4:9 Bukankah “Ia telah naik” berarti bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
4:10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu.
4:11 Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.
4:15 Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
4:16 Dari Dialah seluruh tubuh — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Ikatan Damai Sejahtera
Doa baca: “Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera.” (Ef. 4:3)
Di atas salib Kristus telah menghapus segala perbedaan yang disebabkan oleh ketetapan-ketetapan, dengan ini Dia mengadakan damai sejahtera bagi Tubuh-Nya. Damai sejahtera ini harus mengikat seluruh orang beriman dan menjadi ikatan yang menyatukan. Sebelum Kristus tersalib, tidak ada damai sejahtera di antara orang Yahudi dengan orang bukan Yahudi. Menurut Efesus 2:15, melalui dihapuskannya ketentuan-ketentuan pemisah oleh Kristus di dalam daging-Nya dan melalui menciptakan kaum beriman Yahudi dan bukan Yahudi menjadi satu manusia baru, maka damai sejahtera itu telah terjadi di antara segenap kaum beriman.
Paulus dengan keras mengatakan bahwa kita harus berusaha memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera. Ikatan damai sejahtera ini sesungguhnya adalah pekerjaan salib. Melalui pengalaman kita tahu bahwa bila kita menuju ke atas salib, tidak ada perbedaan-perbedaan di antara kita dengan orang lain. Namun, begitu kita turun dari salib, perbedaan-perbedaan akan muncul kembali. Hal ini tidak saja terjadi dalam hidup gereja, tetapi juga terjadi dalam kehidupan keluarga. Satu-satunya cara untuk melenyapkan perbedaan-perbedaan itu ialah naik ke atas salib. Ketika kita naik dan tinggal di atas salib, lenyaplah semua perbedaan itu dan damai sejahtera akan kita miliki. Ketika kita tinggal di atas salib, damai sejahtera ini akan menjadi ikatan yang di dalamnya kita memelihara kesatuan Roh. Karena itu, untuk memelihara kesatuan Roh itu, perlulah kita mengalami transformasi dan salib. Kita pun perlu disalibkan agar kita memiliki ikatan damai sejahtera. Setelah itu barulah kita dapat memelihara kesatuan Roh itu. (PH Efesus, berita 36, W.Lee)
Ayat Hafalan: “Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” (Yoh. 8:36)
Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yes. 9:8—12:6