AmazingTomohon.com
Not everyone can see what you see
Walikota Tomohon Jimmy F Eman bertatap muka skaligus berdialog dengan para Pengurus Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan yang ada di Kota Tomohon dalam kegiatan mimbar sarasehan Kelompok Tani Nelayan Andalan Kota Tomohon, Pemerintah dan Swasta, kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Pemerintah Kota Tomohon bertempat di Kantor BP4K kel. Kakaskasen II (09-10-2013). Tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah “Dengan Semangat Mapalus, Kita Tingkatkan Produktifitas Pertanian dan Kesejahteraan Petani. Selanjutnya dalam Laporannya Ketua KTNA Kota Tomohon Jany A H J Lasut ST SP menjelaskan program kerja kelompok KTNA Kota Tomohon yang diantaranya yaitu untuk meningkatkan SDM Petani-Nelayan, contohnya: dengan pengiriman magang pemuda tani ke luar negeri seperti :jepang, korea selatan, thailand, amerika, dan menyelenggarakan pelatihan/magang bagi petani/kelompok tani P4S yang dikelola oleh kontak tani/KTNA. Lanjutnya bahwa maksud dan tujuan kegiatan mimbar sarasehan yaitu sebagai forum konsultasi/komunikasi untuk memecahkan permasalahan pertanian di tingkatannya. Selanjutnya Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak dalam sambutannya mengatakan bahwa rencana dan strategi pembangunan pertanian membutuhkan kerjasama dan keterlibatan dengan banyak pihak dalam membangun pertanian di Kota Tomohon, beliau berharap bahwa semua yang terkait di dalam dunia pertanian dapat bersinergitas dengan pemerintah juga swasta agar tujuan pembangunan pertanian kedepan bisa terwujud. Dan salah satu pihak yang mempunyai peran strategis tersebut adalah organisasi petani yang mewadahi dan memanyungi aktifitas para petani dan kelompok tani yaitu KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), karna KTNA adalah organisasi yang bersifat independent dan berorientasi pada kegiatan sosial ekonomi disektor pertanian yang berbudaya agribisnis di pedesaan dan berwawasan lingkungan. Selesai sambutan, Walikota membuka secara resmi kegiatan ini dan dilanjutkan dengan dialog atau tanya jawab antara pengurus KTNA Kota Tomohon dengan Walikota Tomohon dan isu atau permasalahan yang diangkat dalam mimbar sarasehan kali ini adalah Profesi petani saat ini tidak lagi dijadikan profesi utama tetapi hanya sampingan (tukang ojek, tukang, dll), Nilai jual Komoditi Pertanian rendah (Contohnya 1 bungkus rokok lebih mahal dari 1 liter beras), Daya beli Petani menurun (pupuk dan pestisida mahal) dan Biaya tenaga kerja tinggi yang mempengaruhi produktifitas komoditas pertanian. Hadir dalam kegiatan ini Ketua HKTI Prov. Sulut DR Ir Lukky Longdong Med, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ir Ervinz Liuw Msi, Staf ahli Walikota Bidang Pembangunan Ir Vonny Fitje Pontoh, Kepala BP4K Ir Jantje Ering, perwakilan PLN ranting Manado, Perwakilan Jamsostek Manado, para pengurus KTNA se-Kota Tomohon, Para perwakilan Gapoltan se-Kota Tomohon, para perwakilan pengurus kelompok tani se-Kota Tomohon, penyuluh pertanian,swasta/mitra kerja, para pakar ahli dan dinas atau badan lingkup pertanian.