AmazingTomohon.com
Not everyone can see what you see
Asisten Ekonomi & Pembangunan Ronni Lumowa, S.Sos, M.Si hari ini Rabu 29/4/15 mengajak seluruh jajajran Pemerintah Kota Tomohon untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kerja masing-masing serta terus menggalakkan gerakan bersih-bersih di rumah dan pekarangan masing-masing guna menunjang program Pemerintah Kota Tomohon yang adalah program Nasional juga. Hal ini disampaikan Lumowa saat menjadi Pembina Apel Pagi di sekretariat daerah. Menurutnya Kota Tomohon baru selesai dilaksanakan penilaian untuk meraih piala Adipura, sebab kegiatan menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan bukan hanya semata-mata untuk meraih Piala Adipura, tetapi yang terpenting ialah bagaimana membangun kepedulian akan kesadaran masyarakat umum untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam lingkungan kita dan bagi kelangsungan hidup umat manusia, yang dampaknya tertuju kepada kita sekalian dan bagi generasi penerus.
Selanjutnya Lumowa mengingatkan bahwa setelah penilaian Adipura selesai pada hari ini, maka dalam waktu dekat ini juga akan dilaksanakan penilaian WTN (Wahana Tata Nugraha) yang juga berkorelasi dengan penataan lingkungan, kebersihan dan keindahan yang mencerminkan pola hidup masyarakatnya. Dengan mengedepankan kehidupan yang bersih sehat dan bersahabat dengan lingkungan, pasti akan mendorong terciptanya kreativitas dan kerja yang optimal sehingga mendukung tercapainya tujuan.
Dalam hubungannya dengan pelaksanaan kegiatan kebersihan dan pengelolaan lingkungan hidup yang bersih. Kota Tomohon juga mempersiapkan wilayahnya untuk penilaian Kota Sehat jenjang yang lebih tinggi yaitu Swasti Saba Wiwerda pada Bulan Juni nanti. Dengan membenahi sembilan tatanan yang akan dinilai nanti, yaitu kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, kawasan pertambangan sehat, kawasan hutan sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan & gizi, kehidupan masyarakat yang sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat. Untuk itu, Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak meminta kepada instansi terkait untuk membenahi apa-apa yang perlu dan Kota Tomohon telah memilih tiga sampai empat tatanan yang ditetapkan pemerintah yang juga merupakan potensi Kota Tomohon. Jadi, instasi terkait maupun masyarakat serta seluruh stakeholder supaya bahu-membahu mempersiapkannya,’’ kata Eman.
Begitu juga dengan Keikutsertaan pada penilaian Tomohon sebagai Kota Cerdas yang akan dilaksanakan sesudah penilaian Kota Sehat. Dengan program-program ini tentu akan membutuhkan dukungan dan topangan dari seluruh elemen masyarakat Kota Tomoohon dan sekitarnya. Oleh karena itu seluruh masyarakat Kota Tomohon dihimbau untuk terus menggalakkan kebersihan dan pelestarian lingkungan dengan terus mentaati anjuran dan arahan dinas terkait baik Badan Lingkungan Hidup maupun Dinas Tata Ruang, Pertamanan dan persampahan yang dikomandani O.D.S Mandagi, yang juga telah menyampaikan hari dan jam buang sampah melalui radio.
Selanjutnya hal-hal yang harus terus diperhatikan adalah mulai dari pemilahan sampah, pengelolaan sampah, mentaati hari dan jam buang sampah serta tidak membuang sampah sembarangan seperti membuang sampah ke sungai dan saluran air. Tidak membuang sampah dari dalam kendaraan dan jangan membuang sampah di lahan-lahan kosong. Dengan tidak melakukan hal-hal tercela seperti itu mencerminkan masyarakat Tomohon cerdas dan orang beriman.
Untuk penilaian WTN, berhubungan erat dengan penilaian Lomba Tertib Lalulintas Tingkat Nasional atau Wahana Tata Nugraha. Sementara kriteria penilaian Kota Cerdas terdiri dari tiga komponen yaitu cerdas secara ekonomi. Maksudnya, kota ditopang oleh perekonomian yang baik dengan memaksimalkan sumber daya atau potensi kota, di antaranya adalah layanan TIK, tata kelola, dan peran sumber daya manusia yang baik. Kedua adalah masyarakat sosial cerdas yang memiliki keamanan, kemudahan, dan kenyamanan dalam melakukan interaksi sosial dengan sesama masyarakat ataupun dengan pemerintah. Ketiga, masyarakat lingkungan cerdas. Maksudnya adalah masyarakat yang memiliki tempat tinggal layak huni, sehat, hemat energi, serta pengelolaan energi dengan dukungan layanan TIK, pengelolaan, dan peran SDM yang baik.