AmazingTomohon.com
Not everyone can see what you see
Edisi 19 November 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Yak. 3:1-18
3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kamu tahu bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; siapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia orang yang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak juru mudi.
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan hal-hal yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya, api dapat membakar hutan yang besar.
3:6 Lidah pun adalah api; lidah merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedangkan lidah itu sendiri dinyalakan oleh api neraka.
3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang melata dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh manusia,
3:8 tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tidak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan dan Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, Saudara-saudaraku, tidak boleh terjadi.
3:11 Apakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
3:12 Saudara-saudaraku, apakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
3:13 Siapa di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah dengan cara hidup yang baik ia menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.
3:14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!
3:15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.
3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya suka damai, lembut, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
3:18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.
Bahayanya Lidah Kita
Doa baca: “Lidah pun adalah api; lidah merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedangkan lidah itu sendiri dinyalakan oleh api neraka.” (Yak. 3:6)
Dalam ayat 3 dan 4 dikatakan bahwa lidah ibarat kemudi dan kekang. Kedua benda itu amat kecil, tetapi dapat mempengaruhi yang paling besar. Ayat 5 mengatakan betapa api yang kecil dapat membakar hutan yang besar. Dan dalam ayat 6 dikatakan, “Lidah pun adalah api; lidah merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedangkan lidah itu sendiri dinyalakan oleh api neraka.” Ayat 3, kekang; ayat 4, kemudi; ayat 5, anggota kecil yang dapat menguasai yang besar; dan ayat 6, lidah adalah dunia kejahatan. Lidah merupakan suatu dunia yang merdeka, dunia kejahatan.
Lidah dapat menyalakan roda kehidupan. Kehidupan berputar ibarat roda, sedang lidah laksana api yang dapat menyalakan roda kehidupan. Artinya ia dapat melahirkan banyak daging. Hawa nafsu, daging, temperamen, dan amarah manusia, semua dapat dinyalakan oleh lidah. Banyak peristiwa terjadi karena dinyalakan oleh sepatah kata yang diucapkan oleh anak-anak Allah, sebenarnya itu berasal dari neraka. Sebab itu dikatakan bahwa lidah adalah api yang dinyalakan, dan juga dunia kejahatan. Karena itu kita harus belajar tidak banyak berbicara. Perkataan apa pun makin sedikit makin baik. Banyak berbicara pasti akan menimbulkan kesalahan. (Tutur Kata, W. Nee)
Ayat Hafalan: “Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.” (Mzm. 119:164)
Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yeh. 17—19