Eat n Drink 259 | Berumah dalam Hati Kita

Edisi 27 September 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Ef. 3

3:1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang bukan Yahudi.

3:2 Memang kamu telah mendengar tentang penyelenggaraan anugerah Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,

3:3 yaitu bagaimana rahasia itu diberitahukan kepadaku melalui wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.

3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui pengertianku tentang rahasia Kristus,

3:5 yang pada zaman orang-orang dahulu tidak diberitahukan kepada anak-anak manusia, tetapi sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 

3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

3:7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian anugerah Allah, yang diberikan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.

3:8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah diberikan anugerah ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,

3:9 dan untuk membuat semua orang melihat rencana rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah yang menciptakan segala sesuatu,

3:10 supaya sekarang melalui jemaat diberitahukan berbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga,

3:11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan melalui iman kita kepada-Nya.

3:13 Sebab itu, aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesengsaraanku karena kamu, karena kesengsaraanku itu adalah kemuliaanmu.

3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,

3:15 yang dari-Nya semua keluarga yang di dalam surga dan di atas bumi menerima namanya.

3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan kamu dengan kuasa melalui Roh-Nya di dalam batinmu,

3:17 sehingga oleh imanmu Kristus tinggal di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan semua orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,

3:19 dan dapat mengenal kasih itu yang melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

3:20 Bagi Dia yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

3:21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

 

Berumah dalam Hati Kita 

Doa baca: “Sehingga oleh imanmu Kristus tinggal di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” (Ef. 3:17)

 

Frase “tinggal” dalam 3:17, bahasa aslinya adalah bentuk kata kerja “rumah”. Manusia batiniah adalah roh kita yang ada Kristus di dalamnya, dan hati yang terdiri dari pikiran, emosi, tekad, dan hati nurani. Kita boleh dengan sarung tangan menjelaskan hal ini. Kita bisa memasukkan tangan ke dalam sarung tangan, tetapi pada mulanya tangan belum sepenuhnya masuk ke dalam sarung tangan. Tangan masih perlu “berumah” di dalam sarung tangan. Pelan-pelan ibu jari masuk ke dalam ibu jari sarung tangan, kemudian jari kedua, ketiga juga masuk ke dalam jari kedua dan ketiga sarung tangan, kemudian, seluruh tangan dengan sepenuhnya masuk ke dalam sarung tangan.

Sebagai Allah yang telah melalui proses, Allah Tritunggal hari ini adalah Roh yang menghidupkan. Sebagai Roh, Ia dapat menyalurkan diri-Nya ke dalam diri kita. Hal ini memungkinkan kita dipenuhi di dalam roh kita dan ke dalam segala kepenuhan Allah, serta memungkinkan Kristus berumah di hati kita. Kristus tidak saja tinggal di dalam kita, Ia juga mencari kesempatan untuk membuat rumah-Nya di hati kita. Ini berarti Ia membaurkan diri-Nya ke dalam setiap bagian diri kita. Kristus, Putra Allah, jelmaan Allah, ialah Roh yang menghidupkan yang tinggal di roh kita dan meluas ke dalam semua bagian batiniah kita. Hati kita tidak seharusnya menjadi tempat kediaman diri atau ego kita, tetapi menjadi tempat kediaman Kristus. Kehendak-Nya tidak lain ialah ingin berumah di dalam hati kita. Allah menghendaki agar hati semua manusia menjadi rumah bagi Kristus. (PH Efesus, berita 78, W.Lee; Pengalaman atas Kristus dalam surat Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose, W.Lee)

 

Ayat Hafalan: “Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” (Yoh. 8:36) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yes. 6—9:7

(1591)