Eat n Drink 286 | Ingin Kaya dan Cinta Uang
31/10/2016 No Comments Reflection Administrator

Edisi 25 Oktober 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: 1 Tim. 6

6:1 Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang.

6:2a Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan terkasih.

6:2b Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini.

6:3 Jika seseorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat — yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus — dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,

6:4 ia berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, perselisihan, fitnah, curiga,

6:5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu suatu sumber keuntungan. 

6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

6:7 Sebab kita tidak membawa apa pun ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang dan karena memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

6:13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:

6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,

6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan penuh berkat, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Tidak seorang pun pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

6:17 Peringatkanlah orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam perbuatan baik, suka memberi dan membagi

6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,

6:21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Anugerah menyertai kamu!

 

Ingin Kaya dan Cinta Uang

Doa baca: “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.” (1 Tim. 6:9)

 

Ingin kaya di sini berkaitan dengan keinginan yang kuat untuk menjadi kaya. Orang-orang yang tamak akan harta jatuh ke dalam pencobaan bukan karena memiliki harta, melainkan karena tamak akan harta. Ada orang yang memang kaya, ada orang ingin menjadi kaya. Keinginan yang jahat itu merusak dan membinasakan mereka. Keruntuhan menyiratkan kehancuran dan kebinasaan menyiratkan kebinasaan yang sementara dan yang kekal. Orang-orang yang berhasrat menjadi kaya jatuh ke dalam jerat, seperti jatuh ke dalam jaring, dan juga ke dalam berbagai nafsu yang sia-sia dan nafsu birahi yang mencelakakan, yang menyebabkan orang tenggelam atau terperosok ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Dalam ayat 10 Paulus menyimpulkan, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang dan karena memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” Paulus berkata bahwa cinta uang adalah akar dari segala kejahatan. Ia tidak mengatakan bahwa cinta uang adalah satu-satunya akar. Kata “memburu” di sini berarti merindukan, mendambakan. Orang-orang yang merindukan kekayaan ini telah menyimpang dari iman. Mereka telah diselewengkan dari isi kepercayaan kita, dari kehendak Allah.

Rasul Paulus membantu kita dalam 1 Timotius 6:9-10, bahwa uang adalah cara yang paling manjur untuk menarik kita menjauhi Allah. Dengan kata lain, kalau ada sesuatu yang bisa menarik kita meninggalkan Allah, itulah uang. (PH 1 Timotius, berita 11, W. Lee; Jangan mengasihi dunia, W. Nee)

Ayat Hafalan: “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah dengan mengucap syukur”. (Kol. 4:2) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yer. 21—23:8

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *