Eat n Drink 301 | Hukum Roh Hayat
09/11/2016 No Comments Reflection Administrator

Edisi 9 November 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Ibr. 8

8:1 Inti semua yang kita bicarakan itu ialah: Kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di surga,

8:2 dan melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.

8:3 Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan kurban dan persembahan dan karena itu Imam Besar itu perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan.

8:4 Sekiranya Ia berada di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat.

8:5 Mereka melayani dalam kemah yang menjadi gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah, “Perhatikanlah,” demikian firman-Nya, “bahwa engkau harus membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.” 

8:6 Tetapi sekarang Ia telah mendapat pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih mulia pula.

8:7 Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.

8:8 Sebab Ia menegur mereka ketika Ia berkata, “Sesungguhnya, akan datang waktunya,” demikianlah firman Tuhan, “Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,

8:9 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka,” demikian firman Tuhan.

8:10 “Inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

8:11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

8:12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”

8:13 Ketika Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Hukum Roh Hayat

Doa baca: “’Inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,’ demikianlah firman Tuhan. ‘Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.’” (Ibr. 8:10)

Karena kelahiran kembali membuat kita memperoleh hayat Allah, maka kelahiran kembali juga membuat kita memperoleh hukum hayat. Karena hayat Allah masuk ke dalam kita, maka hukum hayat yang terkandung dalam hayat tersebut juga masuk ke dalam kita. Hukum yang ada dalam hayat Allah sesuai dengan diri Allah sendiri, dengan apa adanya Allah, dan dengan sifat-Nya.

Hukum hayat yang dibawa hayat Allah masuk ke dalam kita merupakan hukum yang disebutkan dalam Ibrani 8:10, yaitu hukum yang diletakkan Allah dalam pikiran kita dan yang ditulis dalam hati kita. Hukum ini berbeda dengan hukum dalam Perjanjian Lama. Hukum Perjanjian Lama adalah hukum Allah yang ditulis Allah pada loh batu di luar manusia. Hukum hayat adalah hukum Allah yang ditulis dengan hayat-Nya pada loh hati di dalam kita. Hukum yang ditulis pada loh batu adalah hukum lahiriah, hukum tertulis, hukum yang mati, dan hukum yang tidak memiliki kekuatan; hukum-hukum itu tidak mampu berbuat apa pun terhadap diri manusia (Rm. 8:3; Ibr. 7:18-19). Hukum yang tertulis pada loh hati kita adalah hukum batiniah, hukum hayat, hukum kehidupan, dan hukum yang memiliki kuat kuasa; hukum ini membuat kita bukan hanya mampu mengenal hasrat hati Allah dan mengikuti kehendak-Nya, tetapi juga membuat kita mampu mengenal Allah dan memperhidupkan-Nya. Allah mau kita hidup dalam hayat-Nya dan juga memperhidupkan hayat-Nya. (Pengenalan Hayat, W. Lee)

Ayat Hafalan: “Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN.” (Mzm. 116:13)

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yer. 50—51

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *