AmazingTomohon.com
Not everyone can see what you see
Wali Kota Tomohon, Caroll J. A. Senduk, S.H., bersama Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., menghadiri Ibadah Perayaan Syukur Hari Ulang Tahun ke-181 Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel Wilayah Kakaskasen, yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026.
Ibadah syukur tersebut dipimpin oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, Pdt. Dr. Adolf K. Wenas, M.Th.
Wali Kota Tomohon menyampaikan refleksi iman dengan merujuk pada kisah Alkitab tentang pengalaman Yakub di Pniel. Ia mengungkapkan bahwa perjumpaan Yakub dengan Allah di Pniel, di tengah pergumulan dan ketidakpastian masa depan, telah mengubah identitas, arah hidup, serta cara Yakub menjalani kehidupannya.
“Dari Pniel, kita belajar bahwa perjumpaan dengan Allah menghadirkan pertolongan yang seutuhnya. Melihat wajah Allah berarti memiliki hati yang diubahkan. Kiranya hal ini senantiasa diingat oleh Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel, bahwa perjalanan hidup dalam pertolongan Tuhan akan membawa kepada perubahan yang lebih baik,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan momentum perayaan HUT ke-181 ini sebagai saat refleksi, menengok kembali perjalanan persekutuan selama 181 tahun, bagaimana Firman Tuhan terus diberitakan, bertumbuh, berbuah, dan berdampak di tengah jemaat hingga saat ini.
Ia juga mengapresiasi pertumbuhan Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel yang terus berkembang hingga terjadi pemekaran jemaat, yakni Jemaat GMIM Kakaskasen Maranatha dan Jemaat GMIM Kakaskasen Bait-el. Selain itu, jemaat juga telah merencanakan dan mulai membangun gereja baru di wilayah timur (Sendangan), yang menurutnya merupakan anugerah Tuhan bagi jemaat untuk terus berkarya di tengah dunia.
Dalam suasana sukacita tersebut, Wali Kota berharap Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel dapat terus membentuk karakter hidup yang takut akan Tuhan. Menurutnya, karakter yang takut akan Tuhan akan menghasilkan pribadi yang baik, mampu membangun keluarga yang benar, serta menjadi berkat dalam pelayanan gereja dan kehidupan bermasyarakat.
Wali Kota juga menyinggung bahwa perayaan HUT ke-181 Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel bertepatan dengan rangkaian perayaan HUT ke-23 Kota Tomohon. Ia menegaskan bahwa gereja dan pemerintah merupakan perpanjangan tangan Allah yang saling melengkapi dalam menghadirkan keadilan, damai sejahtera, dan kesejahteraan sebagai kehendak Allah di tengah dunia.
“Sebagai pemerintah, kami terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, meskipun kami menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan doa serta partisipasi aktif seluruh masyarakat, termasuk gereja, dalam mengusahakan kesejahteraan Kota Tomohon serta mendukung seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-23 Kota Tomohon,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan program Gerakan Tomohon Menanam, yang telah dilaksanakan pada 20 Januari 2026 di Gunung Lokon dengan penanaman 23 ribu pohon, sesuai usia Kota Tomohon yang ke-23 tahun. Program ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Tomohon dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat.
Ia menambahkan bahwa program menanam pohon akan menjadi salah satu prasyarat dalam pengurusan administrasi nikah, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan alam di Kota Tomohon. Wali Kota pun mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel, untuk mendukung program ini demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Ibadah Perayaan Syukur HUT ke-181 Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara, Dra. Feibe Rondonuwu, M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon, Dr. Reinhard Tololiu, S.H., M.H., Kapolres Tomohon yang diwakili oleh Kabag Ops Polres Tomohon, Kompol Konstantin Samuri, S.Sos., Ketua TP-PKK Kota Tomohon, drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng, Ketua BPMJ GMIM Kakaskasen Pniel, Pdt. Julien Sagay-Karwur, S.Th.
Hadir pula para pendeta jemaat, yakni Pdt. Aneke Kaawoan, S.Th., Pdt. Dientje Nender, S.Th., Pdt. Edward Timbuleng, S.Th., G.A. Jenny Pitoy, seluruh BPMJ dan Pelayan Khusus Kolom 1–32, jajaran Pemerintah Kota Tomohon, Ketua Panitia HUT Jemaat ke-181 Diaken Ir. Adolfien Rawung-Supit, para pendeta yang pernah melayani di GMIM Kakaskasen Pniel, serta seluruh jemaat dari Kolom 1–32.