Eat n Drink 269 | Penciptaan Manusia—Menurut Gambar Allah

Edisi 7 Oktober 2016 – Pembacaan Ayat Alkitab: Kol. 1:15-29

1:15 Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu menyatu di dalam Dia.

1:18 Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang lebih utama dalam segala sesuatu.

1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan tinggal di dalam Dia, 

1:20 dan melalui Dialah Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian dengan darah salib Kristus.

1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan menjadi musuh-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak berguncang dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam tubuhku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.

1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,

1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.

1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!

1:28 Dialah yang kami beritakan bilamana tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

1:29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segenap tenaga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

 

Penciptaan Manusia—Menurut Gambar Allah

Doa baca: “Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” (Kol. 1:15)

 

Allah memutuskan dalam ke-Allahan-Nya untuk menciptakan manusia menurut gambar-Nya, dan berdasarkan Alkitab, gambar Allah tak lain adalah Kristus. Gambar adalah ekspresi hakiki Allah dalam semua atribut dan kebajikan-Nya. Semua atribut dan kebajikan Allah tak terlihat. Semua itu adalah unsur pokok diri Allah. Kristus adalah ekspresi segala atribut dan kebajikan Allah, dan ekspresi ini adalah gambaran.

“Gambar Allah” berarti ekspresi dari hakiki Allah. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, artinya, manusia ciptaan Allah itu memiliki atribut dan kebajikan yang ada pada Allah. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, menurut atribut dan kebajikan-Nya, agar manusia dapat mengekspresikan Allah melalui atribut dan kebajikan itu. Allah bisa berpikir, menimbang, mengasihi, merasa suka dan tidak suka, memilih, memiliki tujuan dan mengambil keputusan. Allah menciptakan manusia juga dalam keadaan yang sama agar manusia dapat mengekspresikan Dia.

Karena itu, manusia dijadikan menurut gambar Allah, yaitu Kristus. Ini menunjukkan bahwa manusia diciptakan agar Kristus dapat masuk ke dalam manusia, sehingga Dia memenuhi manusia dan memakai manusia menjadi wadah-Nya untuk mengekspresikan Dia. Oleh sebab itu, manusia yang diciptakan Allah menurut gambar Allah, yaitu Kristus, memiliki sebuah tujuan bahwa suatu hari kelak manusia didapatkan oleh Kristus serta dipenuhi oleh Kristus, sehingga manusia menjadi wadah Kristus dan Kristus menjadi isi manusia. Inilah yang Allah kehendaki di atas diri manusia. (Pelajaran Dasar tentang Hayat, Pelajaran 1, W. Lee)  

 

Ayat Hafalan: “Tetapi Yerusalem surgawi adalah perempuan yang merdeka dan dialah ibu kita.” (Gal. 4:26) 

Jadwal Pembacaan Perjanjian Lama: Yes. 39—40

(63)